Buntut Protes UU Ekstradisi, Pemimpin Hong Kong Kembali Minta Maaf

Kompas.com - 18/06/2019, 16:29 WIB
Poster bergambar Chief Executive Hong Kong Carrie Lam terlihat di antara ribuan peserta unjuk rasa yang memenuhi jalanan Hong Kong dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Minggu (16/6/2019). Aksi protes itu dimulai ketika Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali kepada China berdasarkan satu negara, dua sistem pada 1997, memperkenalkan UU Ekstradisi. AFP/HECTOR RETAMALPoster bergambar Chief Executive Hong Kong Carrie Lam terlihat di antara ribuan peserta unjuk rasa yang memenuhi jalanan Hong Kong dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Minggu (16/6/2019). Aksi protes itu dimulai ketika Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali kepada China berdasarkan satu negara, dua sistem pada 1997, memperkenalkan UU Ekstradisi.

HONG KONG, KOMPAS.com - Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam kembali berkomentar soal aksi protes yang terjadi pada pekan lalu buntut UU Ekstradisi yang dia perkenalkan.

Selama satu pekan terakhir, Hong Kong dilanda krisis politik di mana jutaan orang diklaim turun ke jalan dan melakukan aksi protes menentang UU Ekstradisi.

Para pengunjuk rasa mendesak Lam untuk mundur. Dalam konferensi pers, dia mengakui harus menanggung beban berat karena usulan itu mendatangkan kontroversi.

Baca juga: Penentang UU Ekstradisi Tolak Permintaan Maaf Pemimpin Hong Kong

"Karena itu, dengan ini saya kembali menyampaikan permintaan maaf dari hati yang paling tulus kepada seluruh masyarakat Hong Kong," terang Lam dikutip AFP Selasa 918/6/2019).

Selain itu seperti dilansir Reuters via Channel News Asia, Lam menyatakan dia telah mendengar suara dari rakyatnya secara "keras dan jelas".

Lam memutuskan menunda pembahasan UU Ekstradisi pada Sabtu pekan lalu (15/6/2019) setelah demonstrasi besar yang terjadi 9 Juni dan Rabu (12/6/2019).

Namun pengumuman itu gagal membendung kekecewaan publik dengan unjuk rasa yang diklaim diikuti dua juta orang, lebih dari seperempat populasi Hong Kong, turun ke jalan.

Lam tidak memberikan sikap jelas apakah dia bakal mundur. Namun, dia hanya mengatakan dia ingin bekerja keras supaya bisa "menampung aspirasi warganya".

Tekanan terhadap Lam, pemimpin yang pro- China, merupakan titik balik politik terbesar sejak bekas koloni Inggris itu kembali ke pangkuan Beijing pada 1997.

Krisis politik itu juga memberikan tantangan kepada Presiden Xi Jinping yang memerintah dengan tangan besi sejak menjadi orang nomor satu pada 2012.

Sejak memperkenalkan undang-undang itu Februari lalu, Lam mengacuhkan berbagai kekhawatiran yang datang dari pelaku usaha, hakim, hingga pemerintahan asing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X