Tahanan China Diduga Dibunuh dan Organ Dalamnya Diperjualbelikan

Kompas.com - 18/06/2019, 15:45 WIB
Praktisi Falun Gong mengadakan konferensi pers di Arlington, Virginia, mengenai panen organ (Dok.) Associated PressPraktisi Falun Gong mengadakan konferensi pers di Arlington, Virginia, mengenai panen organ (Dok.)

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan internasional mengklaim praktik perdagangan organ dalam manusia yang diambil dari tahanan masih terjadi di China.

China sudah lama dituduh mengeksekusi tahanan supaya organ dalamnya bisa diambil. Beijing mengumumkan bakal menghentikan praktik itu pada 2015 silam.

Namun Sir Geoffrey Nice yang merupakan ketua pengadilan China kepada The Guardian via Newsweek Senin (17/6/2019) berkata tidak ada bukti praktik itu berhenti.

Baca juga: Tewas Seusai Tenggak Miras Oplosan, Pembuluh Darah Organ Dalam Gus Bonek Pecah


"Pengikut sekte keagamaan Falun Gong 'kemungkinan' merupakan sumber utama untuk praktik perdagangan organ manusia itu," terang pengacara asal Inggris itu.

Sky News melaporkan, pengadilan menduga rumah sakit bisa melakukan penarikan organ dalam secara paksa "sesuai pesanan" dari donor tanpa sepengetahuan mereka.

"Berdasarkan sejumlah informasi, diduga tahanan dibunuh demi 'permintaan' supaya organ mereka bisa dikeluarkan dan digunakan dalam transplantasi," demikian keterangan pengadilan.

Sumber informasi yang dimaksud adalah keterangan pakar medis, jurnalis investigasi, pakar Falun Gong, maupun pegiat hak asasi manusia dalam sidang Desember 2018 dan April lalu.

Laporan itu tidak menyebut China melakukan genosida karena beberapa tahanan sudah dibebaskan. Namun "tanpa diragukan", mereka bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Jejak Darah di Jalan Setapak hingga Organ Kepala dan Tangan Masih Dicari

Saksi mata mengungkapkan kondisi penahanan brutal yang didapatkan di kamp hukuman Xinjiang, di mana para narapidana itu ditahan tanpa melalui pengadilan.

Selama bertahun-tahun selain ditahan dan disiksa, saksi menuturkan ada yang dipaksa untuk menjalani pemeriksaan darah dan pemindaian organ. Ada yang tidak kembali setelah melakukan tes.

Jennifer Zeng mengaku dia ditangkap karena menjadi anggota Falun Gong. Dia berkata dia ditahan tidak atas kehendaknya, disiksa secara fisik dan mental pada 2000 silam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X