Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, AS Diperingatkan China

Kompas.com - 18/06/2019, 14:52 WIB
Pasukan AS sedang bergerak untuk mengikuti latihan bersama NATO di Polandia, Eropa Timur, bersandi Anakonda-16, selama 10 hari sejak Senin (6/6/2016). Latihan dilakukan secara bergilir di empat negara, yakni Polandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia.EPA Pasukan AS sedang bergerak untuk mengikuti latihan bersama NATO di Polandia, Eropa Timur, bersandi Anakonda-16, selama 10 hari sejak Senin (6/6/2016). Latihan dilakukan secara bergilir di empat negara, yakni Polandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia.

BEIJING, KOMPAS.com - China memperingatkan Amerika Serikat ( AS) setelah mengumumkan mengirim 1.000 tentara ke Timur Tengah untuk menangkal "perilaku bermusuhan" Iran.

Menteri Luar Negeri Wang Yi juga mendesak Iran untuk tidak meninggalkan begitu saja perjanjian nuklir setelah Teheran mengumumkan bakal memperbanyak uraniumnya.

Melalui Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, AS memutuskan mengirim pasukan tambahan setelah merilis bukti baru dugaan Iran menyerang kapal tanker.

Baca juga: Tuduh Iran Pelaku Serangan Kapal Tanker, AS Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah

Dalam konferensi pers gabungan bersama Menlu Suriah Walid Muallem, Wang mendesak semua pihak untuk menggunakan rasional mereka dan menahan diri.

"Jangan bertindak yang bisa memanaskan situasi di kawasan dan jangan berusaha untuk membuka Kotak Pandora," tegas Wang seperti diberitakan AFP Selasa (18/6/2019).

Wang juga menuturkan Washington harus mengubah pendekatan mereka agar tidak memberikan tekanan terlalu besar kepada Iran jika jingin mendapatkan solusi.

Tensi antara AS dan Iran meningkat sejak tahun lalu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir yang dibuat pada 2015.

Selain itu pada April, Trump mengumumkan AS memasukkan pasukan elite Iran, Garda Revolusi, sebagai organisasi teroris. Militer sah pertama yang masuk daftar.

Wang juga mendesak Teheran untuk membuat "keputusan yang bijaksana" dan tidak begitu saja meninggalkan kesepakatan untuk menahan ambisi Iran memperoleh senjata nuklir.

Di 8 Mei, Presiden Hassan Rouhani mengumumkan mereka tidak akan lagi mematuhi perjanjian era Presiden Barack Obama sebagai balasan atas aksi sepihak AS.

Iran bahkan mengancam bakal semakin menjauh dari perjanjian 2015 pada 8 Juli kecuali negara seperti China, Perancis, dan Inggris bisa membujuk AS mengizinkan mereka menjual minyak.

Gedung Putih membalas ultimatum itu dengan menyerukan kepada dunia agar tidak jatuh kepada "pemerasan" Iran. Sedangkan PBB dan Uni Eropa mendesak supaya semua berkepala dingin.

Wang menegaskan tekad negaranya untuk menjaga dan menghormati perjanjian tersebut tidak berubah. "Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menerapkannya," tegas dia.

Baca juga: Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X