U Tin Win dan Perayaan Idul Fitri di Myanmar

Kompas.com - 18/06/2019, 14:38 WIB
Ilustrasi lebaranKOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI - THINKSTOCKS Ilustrasi lebaran

APAPUN nama perayaannya, Eid al-Fitr, Hari Raya Aidilfitri atau Idul Fitri (atau lebih sering dikenal sebagai “ Lebaran”), akhir dari bulan puasa Ramadan adalah liburan besar bagi warga Indonesia dan Malaysia.

Tidak mengherankan, sebab 61 persen dan 87 persen populasi negara kita adalah umat Muslim.

Ibu kota kedua negara - Jakarta dan Kuala Lumpur - ditinggalkan jutaan orang yang berpulang ke kampung halaman masing-masing (“mudik”).

Sekitar 15 juta orang diperkirakan meninggalkan Jakarta di minggu Lebaran - mereka akan kembali seminggu setelahnya dengan jumlah yang lebih besar.


Belakangan ini, saya menghabiskan waktu di kedua ibu kota tersebut, dan saya dapat melihat jelas bagaimana Islam dipraktikkan dengan rasa hormat serta mendapat perhatian publik yang besar, terlepas dari apa yang dikatakan orang-orang.

Namun, tetap saja ada sebagian umat Muslim yang entah mengapa merasa kedua negara ini masih kurang Islami dan merasa keyakinan mereka terancam. Secara pribadi, saya melihat argumen ini cukup aneh.

Padahal jelas, apalagi ketika Ramadhan, bahwa kehidupan sehari-hari dan ritme negara kita ditentukan oleh arahan umat, yang merupakan penduduk mayoritas populasi kedua negara.

Sayangnya, rasa kekhawatiran ini secara sengaja dibuat oleh mereka yang seharusnya jauh lebih berilmu. Sedihnya lagi, rasa kekhawatiran dan permusuhan ini pun seringkali diarahkan ke sesama kita yang non-Muslim.

Bulan puasa - dan Idul Fitri - patut menjadi waktu bagi kita untuk introspeksi diri. Waktu untuk merefleksikan seberapa jauh kita, sebagai Umat, telah melangkah dan ke mana arah tujuan kita selanjutnya.

Saya mencoba membayangkan bagaimana jika kita hidup dan bekerja di lingkungan di mana Islam bukanlah sebuah mayoritas dan kita tidak perlu pergi jauh untuk mengalami rasa “keberbedaan” itu.

Di Myanmar, pemerintah setempat melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap kelompok etnis Rohingya pada akhir 2017, hanya oleh karena mereka beragama Islam.

Kemudian pada awal 2017, kota Marawi di Mindanao, Filipina digempur oleh pasukan militer Filipina melawan kelompok militan Islam, dan membuat pusat kota yang menaungi 215.000 penduduk ini hancur lebur.

Dengan mengingat kejadian-kejadian di atas dan untuk mengingatkan sesama Muslim - terutama mereka yang memilih untuk merayakan bulan suci ini dengan ketakutan dan saling menuduh satu sama lain - Tim Ceritalah menghabiskan waktu dengan umat Muslim di Myanmar dan Filipina.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X