Pakatan Harapan Kini dan Realitas Malaysia Baru

Kompas.com - 18/06/2019, 13:29 WIB
Pengerahan kampanye Pakatan Harapan menarik ribuan pendukung dari berbagai wilayah di Malaysia CERITALAH/JOE KIT YONG Pengerahan kampanye Pakatan Harapan menarik ribuan pendukung dari berbagai wilayah di Malaysia

EUFORIA kemenangan yang mengejutkan dari koalisi Pakatan Harapan (PH) di bawah pimpinan Tun Dr Mahathir Mohamad tahun lalu, dengan cepat telah berubah menjadi kekecewaan yang mendalam.

Dalam dua bulan terakhir, Tim Ceritalah menjelajahi negeri ini, mengunjungi pelosok-pelosok mulai dari Kuala Kangsar hingga ke Penampang.

Sebuah kerja keras dari Tim Ceritalah yang masih muda ini untuk mendengarkan dan mengabadikan berbagai cerita dari orang-orang yang ditemui secara langsung.

Kami mencoba untuk menemui kembali orang-orang yang tahun lalu kami wawancarai sebelum pemungutan suara.


Tim Ceritalah bukanlah lembaga survei. Kami tidak melakukan survei ilmiah. Sebaliknya, kami berusaha memotret sebuah negeri yang tengah menghadapi suatu perubahan besar dan tantangan yang lebih duniawi untuk bertahan hidup.

Baca juga: Mahathir: Pakatan Harapan Tidak Pernah Beli Suara dalam Pemilu

Mereka yang hidupnya sangat bergantung pada lahan—petani-petani kecil kelapa sawit, karet dan padi—adalah yang paling putus asa. Apa yang mereka rasakan penting, karena pertanian masih menyediakan lapangan kerja bagi setidaknya 6 persen pekerja Malaysia.

Di Sekinchan—salah satu produsen beras terbesar di Selangor—Abang Zaki harus berurusan dengan penyakit asing yang mengancam hasil panen padinya.

Sementara bagi Ah Seng, penyadap karet berusia lima puluh tahunan di luar kota Kuala Kangsar, harga komoditas yang rendah membuat pekerjaannya hampir tidak berarti. Maka tidak heran jika kelima anaknya yang sudah dewasa bekerja di Singapura.

Petani kelapa sawit asal Perak, Abang Man tengah berjuang dengan harga pupuk dan pestisida yang semakin tinggi.

Kemungkinan kecil terjadinya kekeringan El Nino (yang akan menekan pasokan) akhir tahun ini, boleh jadi akan mendorong kenaikan harga sawit. Namun secara umum keadaannya terlihat tanpa harapan.

Dulu pemerintahan Barisan Nasional (BN) mencoba mengatasi tantangan-tantangan ini melalui BR1M (“1Malaysia People’s Aid”), skema transfer tunai langsung yang dikenal luas. Sebanyak tujuh juta rakyat Malaysia menerima hingga 1.200 Ringgit per tahun.

PH (secara bijak) mempertahankan subsidi itu dengan mengubah namanya menjadi "Bantuan Sara Hidup" (biaya bantuan hidup). Sekitar 5 miliar Ringgit akan dibagikan ke 4,1 juta rumah.

Baca juga: Curi Ikan di Perairan Indonesia, Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap

Meski begitu Tim Ceritalah menemukan kekacauan dan ketidakpastian birokratis yang menunjukkan banyak penerima potensial di lapangan tidak yakin dengan kelayakan mereka.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X