Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Kompas.com - 18/06/2019, 07:39 WIB
Paramedis bergegas membawa korban luka dalam insiden penembakan di Toronto, Kanada, Senin (17/6/2019). Saat insiden, warga tengah merayakan gelar juara klub basket NBA Toronto Raptors. Reuters via Daily MirrorParamedis bergegas membawa korban luka dalam insiden penembakan di Toronto, Kanada, Senin (17/6/2019). Saat insiden, warga tengah merayakan gelar juara klub basket NBA Toronto Raptors.

TORONTO, KOMPAS.com - Kebahagiaan masyarakat Toronto, Kanada, ketika ikut dalam parade kemenangan klub basket mereka, Toronto Raptors, berubah menjadi jeritan saat penembakan terjadi.

Kerumunan yang diprediksi berjumlah satu juta orang menyemut di jalan hingga Nathan Phillips Square merayakan gelar juara mereka di pentas Liga Basket AS ( NBA).

Baca juga: Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan

Namun sebagaimana dilansir Daily Mirror Senin (17/6/2019), momen menyenangkan itu berubah jadi kepanikan setelah ada yang melepaskan tembakan.

Dalam keterangan di Twitter, polisi menyatakan dua orang mengalami luka serius. Dua pelaku langsung ditangkap dengan senjata mereka diamankan dalam insiden sekitar pukul 16.00 waktu setempat itu.

Acara perayaan itu mengalami penundaan selama dua jam dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bergabung dalam perayaan, seperti dikutip AFP.

"Fans Raptors, kalian sudah menunjukkan seperti apa Kanada itu. Yakni merupakan tanah dari orang-orang percaya," tutur Trudeau kepada masyarakat di Nathan Phillips Square.

Seorang pejalan kaki kepada Toronto Star mengatakan dia tengah berdiri di antara kerumunan ketika mendengar seperti bunyi meletup dan bergegass menyelamatkan diri.

"Kami melihat ada perempuan terinjak-injak. Ada ibu hamil jatuh. Kami juga melihat ada anak terinjak-injak dengan orangtua berusaha menyelamatkan mereka," kata si pejalan kaki.

Raptors mengamankan gelar juara pertamanya setelah mengalahkan juara bertahan Golden State Warriors 114-110 dengan hasil akhir 4-2 di final berformat best of seven.

"Sangat mengagumkan," kata ujar Kawhi Leonard. "Semua warga keluar. Saya tidak yakin mereka bekerja. Terima kasih Kanada untuk dukungannya," lanjutnya.

Guard Kyle Lowry menuturkan mereka sampai tidak percaya dengan pencapaian mereka. "Ini mengapa kami ingin menjadi juara. namun tujuan kami masih belum sampai," terangnya.

Baca juga: Kasus Penembakan 2 Anggota TNI oleh Oknum Polisi Berakhir Damai



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X