Penentang UU Ekstradisi Tolak Permintaan Maaf Pemimpin Hong Kong

Kompas.com - 17/06/2019, 12:53 WIB
Para peserta unjuk rasa menentang UU Ekstradisi di Hong Kong. via Sky NewsPara peserta unjuk rasa menentang UU Ekstradisi di Hong Kong.

HONG KONG, KOMPAS.com - Kelompok yang menentang UU Ekstradisi menyatakan mereka menolak permintaan maaf yang diucapkan Chief Executive Hong Kong Carrie Lam.

Kantor Lam menuturkan dalam pernyataan resmi, kekurangan dalam pemerintahannya telah menyebabkan kontroversi dan perselisihan, kemudian kekecewaan dari warga.

"Beliau meminta maaf atas insiden ini dan berjanji menerapkan kejujuran dan sikap rendah hati untuk menerima kritikan dan peningkatan pelayanan publik," lanjut kantor Lam.

Baca juga: Aksi 2 Juta Orang Tolak UU Ekstradisi, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Ucapan minta maaf itu muncul enam jam setelah peserta aksi protes memenuhi kawasan Admiralty, Wan Chai, dan Central dengan partisipan mengenakan kaus hitam.

Jimmy Sham dari kelompok Civil Human Rights Front sebagai pihak yang menggelar unjuk rasa mengatakan, mereka menolak pernyataan maaf dari Lam, dilansir SCMP Minggu (16/6/2019).

"Tidak ada orang di Hong Kong yang bakal menerima ucapannya karena dia hanya merendahkan nada bicaranya. Namun dia tidak menjawab apa yang warga inginkan," tutur Sham.

Sham kemudian menuturkan supaya UU itu dihapuskan, dan mengatakan pihaknya bakal menunggu respon pemerintah sebelum memutuskan apakah bakal melakukan aksi lanjutan.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat Hong Kong yang lain untuk turun ke jalan dan ikut dalam aksi yang direncanakan bakal digelar pada Senin (17/6/2019).

Pada Senin dini hari waktu setempat, pengunjuk rasa yang kebanyak berusia muda masih memenuhi masih menduduki sejumlah kawasan di Admiralty hingga bangunan pemerintah.

Politisi Claudia Mo mengatakan mereka tidak bisa menerima pengumuman penundaan yang disampaikan Lam Sabtu (15/6/2019) karena hanya bersifat menunda.

"Rakyat Hong Kong sudah berulang kali dibohongi," ujar Bonny Leung dari Civil Human Rights Front. Di China, pemerintah merilis pernyataan mendukung Hong Kong.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X