2.000 Remaja Perancis Ikuti Uji Coba "Wajib Militer" Gaya Baru

Kompas.com - 17/06/2019, 05:05 WIB
Remaja Perancis mengenakan seragam resmi untuk program layanan nasional universal atau SNU, dalam presentasi resmi pada 18 April 2019 di Kementerian Pendidikan di Paris. AFP / FRANCOIS GUILLOTRemaja Perancis mengenakan seragam resmi untuk program layanan nasional universal atau SNU, dalam presentasi resmi pada 18 April 2019 di Kementerian Pendidikan di Paris.

PARIS, KOMPAS.com - Setelah hampir 20 tahun dihapuskan, pemerintah Perancis kini mengujicobakan " wajib militer" gaya baru.

Sekitar 2.000 remaja usia 15 dan 16 tahun, mulai Minggu (16/6/2019), akan dikirim ke tempat-tempat pelatihan selama kurang lebih empat pekan untuk menjalani uji coba layanan nasional baru yang diperkenalkan Presiden Emmanuel Macron.

Selama dua minggu pertama, para remaja itu akan menjalani pelatihan pertolongan pertama dan keterampilan dasar lainnya, kemudian dilanjutkan dengan dua minggu menjalani kegiatan relawan.

Layanan nasional ini merupakan salah satu janji Presiden Macron dalam kampanye tahun 2017. Dia mengatakan ingin memberikan pengalaman langsung kehidupan militer kepada anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki.


Baca juga: Presiden Perancis Janjikan Bakal Kirim Pohon Persahabatan Baru kepada Trump

Proposal itu mendapat tanggapan dingin dari pihak tentara yang terkendala kemungkinan harus menempatkan jutaan remaja melalui langkah mereka.

Tentara pun mendorong pemerintah untuk kembali dengan proposal layanan sipil wajib sebagai gantinya.

Dalam layanan nasional ini, dilansir AFP, sekitar 2.000 remaja dipilih dari 4.000 relawan untuk tahap pertama uji coba, yang telah dimulai sejak Minggu (16/6/2019), di sekolah asrama, desa liburan, hingga kampus universitas di seluruh negeri.

Setiap relawan muda itu akan dikirim jauh dari rumah mereka ke daerah lain selama dua minggu. Selama waktu itu, mereka akan diminta mengenakan seragam angkatan laut, serta menyanyikan lagu kebangsaan Perancis, "Marseillaise", setiap pagi.

Digambarkan sebagai "fase integrasi", para relawan muda ini akan diajarkan teknik pertolongan pertama, cara membaca peta, serta keterampilan militer dasar lainnya.

Sedangkan untuk fase kedua, selama dua pekan para relawan akan dilibatkan dalam pekerjaan "proyek kolektif", dengan membantu badan aman atau pemerintah setempat.

Presiden Macron menyebut layanan ini sebagai cara untuk mengembangkan patriotisme dan kohesi sosial di tengah negara yang sedang berjuang menghadapi perpecahan karena perbedaan paham kiri dan kanan, kesenjangan kaya dan miskin, maupun religius dengan non-religius.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X