Istri PM Israel Divonis Bersalah atas Penyalahgunakan Dana Publik

Kompas.com - 16/06/2019, 22:01 WIB
Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu (tengah) saat tiba di pengadilan Yerusalem untuk menjalani sidang kasus penipuan dan penggelapan dana publik, Minggu (16/6/2019).AFP / DEBBIE HILL Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu (tengah) saat tiba di pengadilan Yerusalem untuk menjalani sidang kasus penipuan dan penggelapan dana publik, Minggu (16/6/2019).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pengadilan Israel, pada Minggu (16/6/2019), memvonis bersalah istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kasus penyalahgunaan dana publik.

Sara Netanyahu menyatakan bersalah telah menggunakan dana publik untuk biaya makan di kediaman perdana menteri dan berbohong atas tidak adanya juru masak.

Istri perdana menteri mengakui tuduhan yang lebih rendah setelah menerima tawaran untuk penghapusan tuduhan yang lebih berat.

Melalui kesepakatan yang disetujui oleh hakim Avital Chen di pengadilan rendah Yerusalem, Sara Netanyahu, dinyatakan bersalah mengeksploitasi kesalahan orang lain.


Dia dijatuhi hukuman denda sebesar 10.000 shekel (sekitar Rp 39 juta) ditambah kewajiban mengembalikan uang negara sebesar 45.000 shekel atau sekitar Rp 179 juta.

Baca juga: Makan Masakan Koki Ternama Pakai Uang Negara, Istri PM Israel Diadili

"Kesepakatan dicapai antara kedua belah pihak pantas dan mencerminkan perbuatan serta tingkat keparahan tindak kejahatan yang mereka lakukan," kata hakim Chen dalam pernyataannya.

Sara dijatuhi tuntutan pada Juni 2018 dengan tuduhan melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan karena membeli makan melalui katering meskipun ada koki di kediaman perdana menteri.

Dakwaan tersebut telah mengalami perubahan berdasar kesepakatan dengan membatalkan tuduhan tindak korupsi.

Sara Netanyahu telah mengakui dakwaan yang dikurangi tersebut di sebuah ruang kecil di pengadilan rendah Yerusalem yang penuh dengan wartawan.

Pengacaranya dan seorang jasa kemudian memohon kepada pengadilan untuk menerima kesepakatan itu.

"Seperti dalam setiap tawar-menawar pembelaan, masing-masing pihak membuat konsesi, yang terkadang cukup keras," kata jaksa Erez Padan, dikutip AFP.

"Merupakan tindakan yang benar dan pantas demi kepentingan publik untuk mengakhiri kasus ini," tambahnya.

Pengacara Netanyahu, Yossi Cohen, mengatakan kepada jika kliennya telah mendapatkan penghukuman berat oleh media.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X