Presiden Trump: London Butuh Wali Kota Baru

Kompas.com - 16/06/2019, 11:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Wali Kota London Sadiq Khan. via Sky NewsPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Wali Kota London Sadiq Khan.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan "serangan" terhadap Wali Kota London, Sadiq Khan, dalam twitnya yang menyerukan agar wali kota itu segera diganti.

"London memutuhkan wali kota baru secepatnya. Khan adalah bencana - hanya akan bertambah buruk," tulis Trump yang mengaitkannya dengan twit tentang penusukan di London.

Namun Trump melampirkan twitnya dengan twit dari Katie Hopkins, seorang kolumnis sayap kanan yang kerap dituduh Islamofobia dan pada 2015 silam sempat menyebut para migran sama seperti kecoak.

Baca juga: Trump Ejek Wali Kota London Pecundang Sebelum Mendarat di Inggris


Dalam twit yang dikaitkan Trump, Hopkins menuliskan tentang insiden kriminal di London dalam 24 jam terakhir yang menyebabkan dua orang tewas akibat ditusuk, seorang tewas karena ditembak, dan tiga orang lainnya luka akibat penusukan.

Ini menjadi serangan twit yang kesekian kalinya dilakukan Trump terhadap wali kota London, setelah sebelumnya presiden berusia 72 tahun itu menyebut Khan sebagai pecundang menjelang kunjungannya ke Inggris.

Trump mulai menyerang Khan setelah wali kota London untuk mengkritik perlakuan pemerintah Inggris dalam menyambut presiden AS itu yang sampai menggelar karpet merah.

Membalas komentar sang wali kota, Trump pun berkomentar dan mengatakan agar Khan lebih fokus pada tugasnya sebagai wali kota dan mengatasi kejahatan di London.

Khan, wali kota Muslim pertama di London, memang dikenal bukan sebagai pendukung Trump sebagai presiden AS. Dia pernah menulis artikel di sebuah surat kabar di mana dia membandingkan pemimpin AS itu dengan para diktator Eropa pada era 1930-an dan 1940-an.

Khan yang pada saat itu masih menjadi juru bicara wali kota, menyebut Trump yang gemar membuat pernyataan di Twitter sebagai sosok yang "kekanak-kanakan" dan "tidak pantas" untuk menjadi presiden AS.

Baca juga: Donald Trump Hadiahkan Jaket Air Force One untuk Pangeran Philip

Sementara dalam kunjungan pertamanya ke Inggris pada Juli tahun lalu, Trump menuding Khan telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk terhadap terorisme dan menghubungkan tingginya imigrasi dengan kejahatan mematikan di London.

Lebih ke belakang, perseteruan antara Trump dengan Khan bermula saat Khan, yang memiliki darah Pakistan, mengkritik kebijakan presiden AS yang melarang orang-orang dari negara-negara Muslim tertentu untuk masuk ke negaranya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X