Iran: Pernyataan AS di PBB Kampanye "Iranophobia"

Kompas.com - 15/06/2019, 19:55 WIB
Foto yang diperoleh dari Komando Pusat AS menunjukkan dua lubang pada kapal tanker Kokuka Courageous yang terkena serangan saat berada di Teluk Oman, pada Kamis (13/6/2019). AFP PHOTO / NAVY OFFICE OF INFORMATIONFoto yang diperoleh dari Komando Pusat AS menunjukkan dua lubang pada kapal tanker Kokuka Courageous yang terkena serangan saat berada di Teluk Oman, pada Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Iran menyebut pernyataan Amerika Serikat ( AS) soal tudingan mereka melakukan serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman telah membentuk sentiman anti-mereka.

Dalam keterangan tertulis Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, pernyataan AS di Dewan Keamanan PBB Kamis (13/6/2019) merupakan kampanye "Iranophobia".

Dikutip Antara Sabtu (15/6/2019), Iran dengan tegas menolak klaim tak berdasar AS sehubungan insiden serangan kapal tanker di Teluk Oman, dan mengecam tudingan mereka.

Baca juga: Sebelum Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman, Iran Hendak Tembak Drone AS

"Sungguh ironis bahwa AS yang sebelumnya secara tidak sah menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan justru memanggil Iran untuk kembali ke negosiasi," demikian keterangan itu.

Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) merupakan perjanjian nuklir yang dibuat di era Presiden Barack Obama pada 2015 antara Iran dengan negara besar lainnya.

Namun pada Mei tahun lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan dia menarik AS dari perjanjian itu, dan memberi tekanan berupa sanksi kepada Teheran.

Iran menyatakan, perang ekonomi AS dan teror terhadap rakyat mereka, dan kehadiran militer di Timur Tengah memberikan ketidakamanan dan menjadi ancaman paling siginifikan bagi perdamaian dan keamanan di sana.

Karena itu, Teheran pun memperingatkan kepada pemerintah AS tentang semua tindakan paksaan, intimidasi, dan perilaku memfitnah yang dilakukan Washington.

Iran juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawab dalam mencegah praktik AS beserta sekutunya yang gegabah dan meningkatkan ketegangan kawasan.

Sebelumnya, AS menuding Iran bertanggung jawab atas serangan yang menimpa kapal tanker Front Altair dan Kokaku Courageous dalam insiden yang berlangsung Kamis.

Pentagon melalui Komando Sentral merilis video serta gambar di mana kapal Iran mendekati salah satu kapal tanker dan disebut mencopot ranjau yang menempel di bagian lambung.

Menurut Trump, dia menduga salah satu ranjau yang ditanam Iran tidak meledak dan sudah jelas Teheran yang melaksanakan penyerangan terhadap dua kapal itu.

"Anda melihat kapal itu pada malam hari. Mereka dengan sukses berusaha mencopot ranjau yang ada di kapal itu. Aksi mereka berhasil ketahuan," tuturnya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berkicau di Twitter bahwa Washington langsung saja membuat tuduhan itu tanpa mendapatkan bukti atau fakta di lapangan.

Baca juga: Trump: Iran Jelas Pelaku Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X