Berkat Remaja Ini, Pengelola Pebble Beach Bersihkan Limbah Bola Golf di Laut

Kompas.com - 14/06/2019, 18:32 WIB
Bola golf yang tenggelam di lantai Samudra Pasifik di Stillwater Cove dekat Pebble Beach Golf Links di Pebble Beach, California, AS. Reuters/Alex WeberBola golf yang tenggelam di lantai Samudra Pasifik di Stillwater Cove dekat Pebble Beach Golf Links di Pebble Beach, California, AS.

KOMPAS.com - Kawasan Pebble Beach Golf Links yang terletak di Semenanjung Monterey, California, dipilih sebagai lokasi ajang olah raga US Terbuka 2019, dengan tujuan untuk mengurangi limbah bola golf yang menumpuk di Samudera Pasifik.

Dilansir dari Reuters, pengelola Pebble Beach memprioritaskan kebersihan laut dengan mengurangi jumlah bola golf yang menumpuk di lautan.

Selain itu, pihaknya juga memberi tanda yang memungkinkan pemain golf dari semua level untuk menghindari area perairan.

Jika ada bola yang jatuh dalam air, mereka mengirim penyelam untuk membantu mengumpulkan bola tersebut.

Sebelumnya, masalah lingkungan ini pernah menjadi perhatian publik ketika seorang remaja, Alex Weber (19), menemukan dasar laut berwarna putih akibat penumpukan bola golf.

"Dasar laut itu diselimuti bola golf yang berceceran di mana-mana," ujar Weber kepada Reuters, pekan ini.

"Melihat pencemaran dalam skala besar dari sumber yang dapat diidentifikasi, membuatku heran, mengapa tidak seorang pun melakukan sesuatu terhadap hal itu," ujar dia.

Oleh karena itu, Weber berinisiatif mengambil bola-bola tersebut dengan tangannya sendiri.

Langkah yang dilakukannya adalah dengan mengambil bola-bola tersebut dan kemudian menghubungi seorang peneliti di Stanford University. Peneliti itu mengajak Weber bekerja sama dalam makalah ilmiah yang membahas tentang polusi laut bola golf.

Makalah ini mendapatkan perhatian dari Suaka Laut Nasional dan para pejabat terkait.

Pada Februari 2019, pengelola Pebble Beach setuju untuk mengerahkan 200 pembersih bawah air yang diturunkan setiap tahun selama lima tahun atau hingga kondisi bawah laut terlihat perubahan yang signifikan yaitu menjadi semakin bersih.

"Kami (Weber dan peneliti dari Stanford University) tidak tahu kapan pastinya upaya pembersihan itu dimulai. Semuanya bersatu," ujar Weber yang tengah menyelesaikan studinya di Cabrillo Collage, California.

Berpengaruh terhadap rantai makanan laut

Cukup mudah untuk menemukan limbah bola-bola golf di lautan karena lapangan golf yang terletak langsung dengan Samudera Pasifik.

Tidak ada yang tahu berapa banyak bola yang tenggelam di Samudera Pasifik. Namun, Weber memperkirakan ada sekitar 2-5 juta bola di daerah Still Cove di Pebble Beach.

Menurut Weber, setiap satu limbah bola setara dengan massa tujuh kantong belanja plastik atau tiga botol plastik minuman.

Sementara, bola-bola golf yang tenggelam itu berakibat buruk bagi lingkungan bawah laut, apalagi ketika mereka pecah.

Jika inti bola golf yang terbuat dari bahan karet itu pecah, inti tersebut bisa terurai hingga 300 yard atau sekitar 274,32 meter luasannya dan menimbulkan pencemaran.

Inti bola golf yang padat tidak melepaskan karet, namun terdiri dari bahan kimia beracun yang bisa mematikan kehidupan laut ketika bersentuhan dengan hewan-hewan laut.

Sementara, bahan karet yang mengapung ke permukaan akan bercampur dengan rumput laut. Selain itu, jika penutupnya hancur menjadi pecahan plastik yang berkuran mikro, akan dimakan oleh plankton dan biota laut lainnya.

"Bola-bola plastik itu berkontribusi pada masalah mikroplastik, misalnya masuk ke rantai makanan dan akhirnya ke kita," ujar Weber.

Weber mengungkapkan, kasus ini meluas hingga di daerah luar Pebble Beach. Pihak lapangan laut dan tepi sungai semuanya turut berkontribusi menanggulangi sampah bola golf.

Harapannya, apa yang dilakukan oleh pengelola Pebble Beach akan menjadi contoh bagi pengelola lapangan golf lainnya.

"Saya sangat senang mengetahui hal itu, mereka telah mengambil langkah awal dan mudah-mudahan mereka menjadi pemimpin dalam industri golf, di mana menunjukkan lapangan lain tentang bagaimana menjalankan program keberlanjutan mereka," ujar Weber.

Selanjutnya, Weber memiliki rencana besar untuk mengumpulkan 50.000 bola golf bersama organisasi lingkungan yang ia dirikan, Plastic Pick-Up.

"Kami sedang membuat tongkat sepanjang 30 kaki atau sekitar 9,144 meter yang dapat dilewati orang dan bisa berguna juga untuk mengambili sampah dengan papan selancar," ujar Weber.

Hasil karya ini nantinya akan ditampilkan di berbagai acara selancar, konser, dan festival untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah pencemaran lingkungan karena bola golf.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X