"Teroris Penembak Masjid Itu Bakal Membayar Perbuatannya"

Kompas.com - 14/06/2019, 18:19 WIB
Brenton Tarrant. Teroris yang bertanggung jawab dalam tragedi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, ketika berada di Pengadilan Distrik Christchurch pada 16 Maret 2019, atau sehari setelah serangan di dua masjid yang menewaskan 51 jemaah.Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via REUTERS Brenton Tarrant. Teroris yang bertanggung jawab dalam tragedi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, ketika berada di Pengadilan Distrik Christchurch pada 16 Maret 2019, atau sehari setelah serangan di dua masjid yang menewaskan 51 jemaah.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Sejumlah orang dengan serius mengamati jalannya persidangan yang diadakan di Pengadilan Tinggi Christchurch, Selandia Baru, Jumat (14/6/2019).

Mereka adalah kerabat korban tewas maupun korban selamat insiden penembakan masjid yang dilakukan oleh Brenton Tarrant, seorang teroris asal Australia.

Dilaporkan Al Jazeera, para korban selamat maupun keluarga korban tewas bereaksi setelah teroris yang dihadirkan melalui tayangan video itu mengaku tak bersalah.

Baca juga: Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan

"Dia (Tarrant) bakal menjadi pecundang. Kami akan menang. Dia bakal membayar perbuatannya," kata Temel Atacocugu yang menderita sembilan luka tembak.

Janna Ezat, ibu dari Huseein Al-Umari yang menjadi salah satu korban tewas dalam penembakan itu menginginkan hukuman mati jika Tarrant terbukti bersalah.

"Hanya ini caranya. Dia harus mati. Jika dia sudah membunuh lebih dari 50 orang, maka dia harus mendapat hukuman mati," lanjut ibu dari putra berusia 35 tahun itu.

Selandia Baru menghapuskan hukuman mati pada 1989 dan tidak mengeksekusi orang sejak 1957. Jika terbukti bersalah, maka Tarrant bakal dipenjara seumur hidup.

Korban tewas dalam serangan ketika Shalat Jumat 15 Maret lalu itu datang dari puluhan negara di mana mereka mempunyai bahasa yang berbeda-beda.

Pengadilan menyediakan penerjemah dan selama sidang, perwakilan komunitas juga memberi penjelasan apa yang bakal dan sudah terjadi dalam sidang.

Meski begitu, masih terdapat kebingungan. Didar Hossain menuturkan dia mempertanyakan mengapa Hakim Cameron Mander mempersiapkan sidang pada 4 Mei tahun depan.

"Mereka tidak memberi penjelasan," keluhnya. "Mengapa kasus itu tidak diselesaikan saja dalam enam bulan mendatang? Tentu bagus bagi kami," katanya.

Hossain merasa pantas untuk menuntut keadilan. Sebab, dia sangat patah hati setelah baik paman maupun teman-temannya terbunuh dalam penembakan tersebut.

Mander menjelaskan, tanggal sidang sudah disiapkan pada tahun depan karena banyaknya penuntutan serta pertimbangan yang dibutuhkan oleh pengacara Tarrant.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X