Kanada Tak Berencana Ambil Kembali Sampah Plastiknya di Malaysia

Kompas.com - 14/06/2019, 16:58 WIB
Kontainer berisi limbah sampah plastik yang ditemukan di pelabuhan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei lalu. AFP / MOHD RASFANKontainer berisi limbah sampah plastik yang ditemukan di pelabuhan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei lalu.

TORONTO, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada mengungkapkan tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali limbah sampah plastik yang berasal dari negaranya yang saat ini berada di Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Lingkungan Kanada menanggapi pertanyaan Reuters, Kamis (13/6/2019).

"Tidak ada rencana dari pemerinta Kanada untuk mengambil sampai di Malaysia," jawab juru bicara Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada Gabrielle Lamontagne.

Dia menambahkan, Kanada tidak menerima informasi terkait pengiriman limbah dari Kanada ke Malaysia dan mengatakan kementerian telah menghubungi pemerintah Malaysia untuk mendapatkan perinciannya.

Akhir Mei lalu, pemerintah Malaysia mengungkapkan akan mengirim kembali sebanyak 3.000 ton sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang ke 14 negara asal, termasuk Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Australia, dan Inggris.

Baca juga: Filipina Kembalikan 69 Kontainer Berisi Sampah ke Kanada

Tidak ada indikasi berapa banyak sampah plastik yang berasal dari Kanada.

Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin, mengatakan, sampah-sampah ilegal itu berada di dalam sekitar 60 kontainer, dengan 10 di antarannya disebut akan segera meninggalkan pantai Malaysia.

"Malaysia tidak akan menjadi tempat pembuangan sampah dunia. Kami akan mengirim kembali (limbah) ke negara asal," ujar Yeo Bee Yin, pada April lalu.

Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin (tengah) menunjukkan sampel limbah plastik dari Australia yang akan dikirimkan kembali dari Port Klang.AFP / GETTY IMAGES / MOHD RASFAN Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin (tengah) menunjukkan sampel limbah plastik dari Australia yang akan dikirimkan kembali dari Port Klang.
Masalah limbah dari negara asing ini muncul dan menjadi penyebab terjadinya gesekan diplomatik antarnegara di Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir.

Selain dengan Malaysia, Kanada juga mengalami masalah limbah sampah dengan Filipina.

Pemerintah Filipina bahkan sempat menarik para diplomatnya di Kanada pada bulan Mei karena masalah limbah ilegal dari Kanada yang gagal diambil kembali dalam batas waktu yang ditentukan.

Pemerintah Kanada pun mencapai kesepakatan pada bulan lalu dengan Manila, untuk mengambil kembali limbah tersebut dan diharapkan sudah akan berada kembali di Kanada pada akhir Juni ini.

Baca juga: Malaysia Mulai Kirim 3.000 Ton Limbah Plastik Kembali ke Negara Asal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X