Menlu Iran: Serangan terhadap 2 Kapal Tanker di Teluk Oman Mencurigakan

Kompas.com - 13/06/2019, 21:11 WIB
Sebuah foto yang diperoleh dari kantor berita Iran, ISNA, menunjukkan kondisi kapal tanker Front Altair milik Norwegia yang terbakar di perairan Teluk Oman, diduga akibat serangan torpedo, Kamis (13/6/2019). AFP PHOTO / ISNASebuah foto yang diperoleh dari kantor berita Iran, ISNA, menunjukkan kondisi kapal tanker Front Altair milik Norwegia yang terbakar di perairan Teluk Oman, diduga akibat serangan torpedo, Kamis (13/6/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut insiden serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman pada Kamis (13/6/2019), sangat mencurigakan.

Terlebih, serangan yang diduga berasal dari torpedo itu terjadi pada hari yang sama dengan kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk menemui para pemimpin Iran.

" Serangan yang dilaporkan terhadap kapal tanker Jepang terjadi saat PM Shinzo Abe bertemu dengan (Pemimpin Tertinggi) Ayatollah Ali Khamenei untuk pembicaraaan yang luas dan ramah."

"Kecurigaan tidak dimulai untuk menggambarkan apa yang mungkin terjadi pagi ini," tulis Javad Zarif dalam akun Twitter miliknya.

Abe bertemu dengan Khamenei pada Kamis pagi sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang tengah meningkat antara Iran dengan AS di wilayah Timur Tengah.

Baca juga: Insiden di Teluk Oman: Kapal Tanker Dihantam Torpedo

Sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menyampaikan keprihatinan atas serangan terhadap kapal tanker yang terjadi berbarengan dengan kunjungan PM Jepang ke Teheran.

"Serangan itu bertentangan dengan upaya regional dan trans-regional ke arah pengurangan ketegangan. Iran mendukung kerja sama dan pembicaraan di kawasan Timur Tengah," kata Mousavi.

Pada Kamis (13/6/2019), terjadi serangan yang menyasar dua buah kapal tanker di Teluk Oman.

Dua kapal tanker yang terkena serangan adalah kapal Kokuka Courageus, yang merupakan milik perusahaan Jepang, Kokuka Sangyo Ltd, serta kapal tanker Front Altair milik Norwegia.

Seluruh 44 awak kapal, termasuk 21 awak dari kapal Kokuka Courageous, dapat diselamatkan oleh Angkatan Laut Iran, dan saat ini telah aman di kota pelabuhan Bandar Abbas.

"Api yang membakar kapal Kokuka Courageous telah dapat dipadamkan," ujar kepala organisasi maritim dan pelabuhan Hormozgan, Allahmorad Afifipour dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah.

Baca juga: Iran Selamatkan 44 Kru Kapal Tanker yang Diserang Torpedo di Teluk Oman

"Tetapi kami masih menilai apakah para kru aman untuk kembali ke kapal mereka," tambahnya.

Menurut media pemerintah Iran, kapal Front Altair membawa muatan berupa etanol yang diisi di Qatar dan akan menuju Taiwan, sedangkan Kokuka Courageous membawa metanol dari Arab Saudi menuju Singapura.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X