Terlibat Kasus Kekerasan, Saudara Perempuan MBS Akan Diadili di Paris

Kompas.com - 13/06/2019, 08:06 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman.AFP/FAYEZ NURELDINE Pangeran Mohammed bin Salman.

PARIS, KOMPAS.com - Putri Hassa binti Salman, saudara perempuan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan akan diadili di pengadilan di Paris pada Juli mendatang.

Putri Hassa akan diadili terkait keterlibatannya dalam kasus kekerasan dan pemukulan terhadap seorang pekerja di ibu kota Perancis pada September 2016.

Putri dari kerajaan Saudi itu dituduh telah memerintahkan pengawalnya untuk memukuli seorang pekerja di apartemen supermewah di Avenue Foch, Paris barat, lebih dari dua tahun silam.

Korban kekerasan adalah seorang pekerja yang disewa untuk melakukan perbaikan di apartemen milik Putri Hassa.

Namun Putri Hassa mendadak marah setelah mengetahui pekerja tersebut mengambil foto bagian dalam apartemennya dan menuduhnya akan menjualnya ke media.

Baca juga: Pakistan Selidiki Jurnalis yang Unggah Foto Khashoggi di Medsos Saat MBS Berkunjung

Korban menuduh Putri Hassa telah memerintahkan pengawal untuk memukuli dirinya.

Majalan Paris, Le Point, menulis pernyataan korban yang menirukan sang putri berkata: "Bunuh dia. Anjing, dia tidak pantas hidup".

Pekerja itu berkata dia mendapat pukulan di wajah, tangannya diikat, dan dia dipaksa mencium kaki sang putri selama penyiksaan yang berlangsung berjam-jam.

Korban mengatakan alat-alatnya disita sebelum dia diizinkan pergi.

AFP sempat melaporkan kondisi korban setelah kejadian yang luka parah sehingga tidak dapat bekerja selama delapan hari.

Pengawal yang terlibat pemukulan telah didakwa pada 1 Oktober 2016 atas tuduhan melakukan kekerasan bersenjata, pencurian, mengeluarkan ancaman kematian, serta menahan seseorang di luar kehendaknya.

Pengadilan tersebut dijadwalkan akan digelar pada 9 Juli mendatang. Demikian dilansir AFP, yang mengutip sumber pengadilan, Rabu (12/6/2019).

Meski persidangan siap digelar bulan depan, Putri Hassa kemungkinan tidak akan hadir di hadapan pengadilan karena dia belum ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan internasional yang telah dikeluarkan sejak 2017.

Baca juga: MBS Disebut Sempat Menyetujui Operasi Membungkam Para Pembangkang

Dikenal oleh media Saudi atas kegiatan amal dan kampanye hak-hak perempuan yang dilakukannya, Putri Hassa adalah saudara perempuan dari MBS, pangeran mahkota Saudi, sekaligus salah satu pemimpin paling kuat di Timur Tengah.

Kasus hukum yang menjerat Putri Hassa bukan pertama kalinya keluarga kerajaan Saudi terlibat masalah hukum di Perancis.

Pada 2013, otoritas Perancis telah memerintahkan penyitaan terhadap aset milik Putri Maha al-Sudairi, istri menteri dalam negeri Saudi Pangeran Nayef bin Abdul Aziz, setelah dianggap tak membayar tagihan di hotel mewah sebesar 6 juta Euro (sekitar Rp 96 miliar).



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X