Unjuk Rasa Anti-UU Ekstradisi di Hong Kong, Ini Tanggapan Trump

Kompas.com - 13/06/2019, 07:17 WIB
Massa pengunjuk rasa bereaksi setelah polisi Hong Kong mulai menembakkan gas air mata dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Rabu (12/6/2019). AFP / ANTHONY WALLACEMassa pengunjuk rasa bereaksi setelah polisi Hong Kong mulai menembakkan gas air mata dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Rabu (12/6/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara soal situasi di Hong Kong yang tengah diwarnai aksi unjuk rasa warga.

Menurut Trump, dirinya memahami alasan warga Hong Kong yang menentang rencana UU Ekstradisi. Tetapi Trump juga berharap mereka dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan Beijing.

"Saya berharap mereka akan dapat menyelesaikan masalah ini dengan China," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (12/6/2019).

"Saya dapat mengerti alasan demonstrasi itu. Saya berharap semuanya dapat berhasil untuk China dan juga Hong Kong," lanjut Trump, dikutip seperti AFP.

Tanggapan Trump yang menjawab pertanyaan mengenai situasi di Hong Kong saat ini, terhadap apa yang disebutnya demonstrasi "besar-besaran" tampak berhati-hati dengan perkataannya.

Baca juga: Unjuk Rasa Menentang UU Ekstradisi Lumpuhkan Pusat Hong Kong

Washington dan Beijing saat ini tengah mencoba menyatukan lagi bagian-bagian dari pembicaraan kedua pihak yang gagal mengenai penyelesaian perang dagang.

"Kami melakukannya dengan sangat baik dengan menghormati China," kata Trump, merujuk pada tarif perdagangan besar yang dikenakan untuk impor dari China.

Trump juga mengatakan harapannya untuk dapat bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada pertemuan puncak G-20 akhir bulan ini.

"Saya punya firasat bahwa kami akan mencapai kesepakatan dengan China," ujarnya.

Aksi massa yang turun ke jalan untuk berujuk rasa kembali terjadi di pusat Hong Kong, pada Rabu (12/6/2019), dengan puluhan ribu warga berkumpul dan memadati dua ruas jalan utama.

Aksi unjuk rasa itu tak pelak melumpuhkan pusat kota Hong Kong, dengan jalan yang diblokir, serikat pekerja menyerukan anggotanya turut serta, dan sekitar 100 usaha pilih meliburkan diri sebagai bentuk solidaritas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X