Demi Tangkal Migran Ilegal, Presiden Meksiko Berniat Jual Pesawat Kepresidenan

Kompas.com - 12/06/2019, 22:58 WIB
Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez) Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez)

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengumumkan strategi pembiayaan untuk menangkal migran ilegal sesuai kesepakatan dengan AS.

Meksiko dan AS menandatangani perjanjian itu pada Jumat pekan lalu di mana Mexico City bersedia untuk bersikap lebih tegas dalam meredam arus migran ilegal dari Amerika Tengah.

Baca juga: Diancam Trump, Meksiko Kirim 6.000 Tentara Tangkal Migran ke Guatemala

Dilansir Reuters Rabu (12/6/2019), termasuk di antara perjanjian itu adalah mengerahkan 6.000 tentara Garda Nasional ke perbatasan bagian selatan.

Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard mengatakan, mereka bakal memulai penerjunan 6.000 tentara Garda Nasional itu ke perbatasan dengan Guatamela pada Rabu ini.

"Mulai hari ini hingga seterusnya, penempatan pasukan bakal berlangsung cepat," kata Ebrard dalam konferensi pers sembari didampingi oleh Lopez Obrador.

Dalam kesepakatan itu, juga tertuang poin bahwa Meksiko setuju dalam 45 hari ke depan upaya pengerahan pasukan itu bakal memberi dampak efektif.

"Banyak hal bakal terjadi 45 hari mendatang," kata Ebrard. "Kami akan melakukan apa yang sudah kami janjikan," tegasnya seraya berujar, anggaran program itu bakal diumumkan Jumat (14/6/2019).

Lopez Obrador menambahkan, dia bakal mengambil biaya penanganan migran itu dari penjualan pesawat kepresidenan maupun pesawat lain dari pemerintahan sebelumnya.

Berdasarkan evaluasi PBB, pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner itu bakal dibanderol mulai dari 150 juta dollar AS, atau sekitar Rp 2,1 triliun.

"Mengenai bagaimana dampak dari penjualan pesawat itu, katakanlah kami sudah memikirkannya. Yang jelas, nantnya kami punya dana dari penjualan pesawat mewah," ujar Lopez Obrador.

Ebrard melanjutkan, Meksiko sudah bekerja sama dengan Guatamela, Honduras, dan El Salvador untuk mengoordinasikan upaya rakyatnya bertolak ke AS.

Rencananya, mereka bakal bertemu pejabat imigrasi AS untuk mendiskusikan rencana baru tersebut sembari mengamankan komitmen mempercepat proses suaka.

Selain itu, mereka juga mengundang UNICEF untuk menyediakan bantuan di perbatasan dengan memfokuskan tugas pada anak-anak yang ketahuan tak ditemani orangtuanya.

Presiden Donald Trump mengancam bakal menjatuhkan tarif sebesar lima persen dari total produk ekspor ke AS jika Meksiko tidak bisa mencegah gelombang migran ilegal itu.

Baca juga: Seorang Migran Nekat Berlayar Pakai Rakit dari Kayu dan Botol Plastik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X