Presiden Perancis Janjikan Bakal Kirim "Pohon Persahabatan" Baru kepada Trump

Kompas.com - 12/06/2019, 22:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menyekop tanah untuk menanam pohon di halaman Gedung Putih, Washington DC, Senin (23/4/2018). (AFP/Jim Watson) Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menyekop tanah untuk menanam pohon di halaman Gedung Putih, Washington DC, Senin (23/4/2018). (AFP/Jim Watson)

JENEWA KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan dia berjanji bakal mengirim " pohon persahabatan" baru kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump dan Macron melakukan aksi simbolik dengan menanam bibit pohon ek di halaman Gedung Putih ketika Trump berkunjung ke AS pada tahun lalu.

Baca juga: Pohon Simbol Persahabatan Trump-Macron Dilaporkan Mati

Diwartakan London Evening Standard Rabu (12/6/2019), aksi simbolis itu untuk merefleksikan hubungan khusus yang terjadi antara AS dengan Perancis.

Bibit pohon itu, yang saat ini berada dalam karantina karena dikhawatirkan bakteri yang ada di dalamnya bisa menjangkiti tanaman lain, dilaporkan sudah mati.

Pengumuman itu kemudian memunculkan berbagai reaksi di mana netizen mengaitkan matinya pohon itu dengan kerenggangan hubungan antara Trump dengan Macron.

Hubungan keduanya merenggang dikarenakan perbedaan sikap Macron dalam kebijakan Trump menangani perdagangan, isu perubahan iklim, hingga nuklir Iran.

Apalagi setelah upacara penanaman pohon itu, Macron berkicau di Twitter bahwa pohon ek itu merupakan "penginat" akan kuatnya "hubungan" di antara mereka.

Namun kepada media Swiss RTS, Macron berusaha mendinginkan bola panas yang terus menggelinding dengan menyatakan dia bakal mengirim pohon yang baru lagi.

"Itu bukan tragedi. Kami bakal mengirimnya lagi," ujar presiden 41 tahun itu di sela menghadiri pertemuan Organisasi Buruh Internasional yang diadakan di Jenewa.

"Janganlah melihat simbol itu ketika sudah tidak ada. Ide utamanya adalah kami menanam bersama pohon itu," ujar presiden yang menjabat sejak 2017 itu.

Pohon ek itu dilaporkan berasal dari Hutan Belleau di Perancis yang menjadi lokasi tewasnya sekitar 2,000 serdadu AS ketika Perang Dunia I berkecamuk.

Macron menjelaskan, pohon itu langsung dibongkar kembali setelah upacara karena dikhawatirkan bakal membawa parasit yang bisa mengganggu lingkungan sekitar.

"Saya akan mengirim pohon lain karena saya berpikir Marinir AS dan persahaatan akan kemerdekaan rakyat di antara dua negara sangatlah berharga," kata Macron.

Tidak dijelaskan kapan tepatnya pohon itu mati. Berdasarkan pemberitaan media setempat, pohon itu diketahui mati pada akhir pekan yang lalu.

Baca juga: Angin Puting Beliung, Pohon Tua Timpa Rumah dan Rusak Jaringan Listrik



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X