Kompas.com - 12/06/2019, 18:26 WIB
Seorang anggota pemadam kebakaran berusaha menjinakkan Api Camp yang melalap Magalia, California, Amerika Serikat pada Jumat (9/11/2018). Api Camp dan Api Woolsey menjalar dan menewaskan sembilan orang, serta 150.000 orang mengungsi. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JUSTIN SULLIVANSeorang anggota pemadam kebakaran berusaha menjinakkan Api Camp yang melalap Magalia, California, Amerika Serikat pada Jumat (9/11/2018). Api Camp dan Api Woolsey menjalar dan menewaskan sembilan orang, serta 150.000 orang mengungsi.

Para pakar kebakaran berpendapat, api yang kemudian dikenal sebagai Api Ranch itu adalah bukti kerapuhan dan volatilitas ekstrem dari kawasan barat AS.

California, khususnya, mudah terbakar sehingga perbuatan yang dipandang remeh seperti memalu sebuah pancang dan membakarnya dapat melepaskan kebakaran.

Ribuan anggota pemadam kebakaran bekerja lebih dari satu bulan untuk memadamkan Api Ranch yang menghancurkan 150 rumah serta menimbulkan kerugian hingga puluhan juta dollar.

Baca juga: Kebakaran Hutan di China, Sudah 24 Orang Tewas

Kebakaran itu melalap 166.000 hektar kawasan liar California dengan seorang anggota pemadam kebakaran menjadi korban tewas ketika dia tertimpa pohon..

Kile mengatakan awalnya dia mencoba menghentikan api itu dengan melemparkan karpet tua, trampolin, kemudian menyekop kotoran dan menyiraminya.

Ketika cara itu tidak berhasil, dia mencoba "memukulnya" menggunakan mobil untuk menciptakan debu pasir yang menghentikan api. Namun dia malah terguling.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akhirnya dia pun menyerah dan menghubungi 911. Pemadam kebakaran yang merespon segera mengerahkan truk hingga pesawat dengan Kile menyalakan keran untuk membantu menyediakan air.

Di saat bersamaan, dia menderita kelelahan akibat panas dan menghirup asal terlalu banyak. Meski begitu, dia menolak dibawa ke ambulans dan mendapat perawatan.

Setahun berlalu, Kile mengaku dia masih takut jika kebakaran itu kembali dan berpikir untuk pergi ke daerah lembab seperti pantai di hari panas.

"Setiap kali saya menyalakan radio, yang saya dengar adalah kebakaran di sana maupun di sini. Saya harus segera pergi dari sini," beber Kile.

Baca juga: Tak Hanya Gizi, Asap Kebakaran Hutan Juga Sebabkan Stunting

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X