India Ungkap Pesawat Luar Angkasa untuk Misi Pendaratan di Bulan

Kompas.com - 12/06/2019, 18:10 WIB
Para ilmuwan dari Organisasi Riset Luar Angkasa India (ISRO) sedang mengerjakan perangkat pengorbit dari pesawat luar angkasa Chandrayaan-2, yang akan digunakan dalam misi pendaratan ke Bulan pada 15 Juli mendatang. AFP / MANJUNATH KIRANPara ilmuwan dari Organisasi Riset Luar Angkasa India (ISRO) sedang mengerjakan perangkat pengorbit dari pesawat luar angkasa Chandrayaan-2, yang akan digunakan dalam misi pendaratan ke Bulan pada 15 Juli mendatang.

BENGALURU, KOMPAS.com - Organisasi Riset Luar Angkasa India ( ISRO), pada Rabu (12/6/2019), mengungkap pesawat luar angkasa yang akan diluncurkan menuju Bulan pada Juli mendatang.

Pesawat yang diberi nama Chandrayaan-2 itu akan seberat 3,8 ton dan terdiri dari pengorbit, pendarat, dan penjelajah, yang dikembangkan oleh ISRO.

Misi peluncuran ke luar angkasa tersebut, yang kedua bagi India, akan dilakukan dari pusat ruang angkasa Sriharikota pada 15 Juli mendatang.

Diharapkan pesawat sudah akan mendarat di dekat kutub selatan Bulan pada 6 September.

Apabila misi dapat berjalan dengan lancar, India akan menjadi negara keempat di dunia yang sukses mencapai Bulan setelah Amerika Serikat, Uni Soviet, dan China.

Baca juga: India Tembak Satelit Pakai Rudal, Serpihannya Ancam Stasiun Luar Angkasa Internasional

Setelah mendarat, pesawat luar angkasa akan melepaskan perangkat penjelajah yang akan dikendalikan dari jarak jauh oleh para ilmuwan ISRO.

"Strategi yang digunakan tidak akan berbeda dengan saat meluncurkan Chandrayaan-1 ke Bulan. Namun untuk pendaratannya akan sama sekali berbeda."

"Ini akan menjadi misi paling kompleks yang pernah dilakukan oleh ISRO," kata Kailasavadivoo Sivan, kepala ISRO.

Anggaran dalam misi peluncuran kali ini, termasuk untuk navigasi menggunakan layanan asing, mencapai 6,03 miliar rupee atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Jumlah tersebut akan bertambah 3,75 miliar rupee (sekitar Rp 770 miliar) untuk peluncuran.

"Tujuan misi tersebut adalah untuk menggunakan teknologi luar angkasa untuk kepentingan masyarakat awam," tambahnya, dilansir AFP.

India telah melakukan lompatan besar dalam misi perjalanan luar angkasanya dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: 2020, NASA Bakal Buka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Turis

Negara itu mencatatkan rekor dengan meluncurkan sebanyak 104 satelit dalam satu misi peluncuran pada 2017 lalu. India juga terus membangun reputasi untuk misi eksplorasi luar angkasa yang lebih ekonomis dan ilmiah.

Sebelumnya pada Maret lalu, India telah mengklaim sukses menghancurkan satelit pada orbit rendah dalam uji coba rudal untuk membuktikan bahwa negara itu layak untuk masuk sebagai negara dengan kekuatan antariksa paling maju di dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X