Sistem Pertahanan Udara Suriah Tembak Jatuh Rudal Israel

Kompas.com - 12/06/2019, 16:04 WIB
Ilustrasi peluncuran rudal dari pangkalan udara Palmachim di pusat Israel pada Juli 2018 lalu. THE TIMES OF ISRAEL / ISRAEL DEFENSE MINISTRYIlustrasi peluncuran rudal dari pangkalan udara Palmachim di pusat Israel pada Juli 2018 lalu.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sistem pertahanan udara Suriah telah berhasil menembak jatuh rudal-rudal Israel yang menargetkan bagian selatan negara itu, Rabu (12/6/2019).

Serangan itu diluncurkan para dini hari dengan menargetkan sektor Tall al-Hara, dekat Dataran Tinggi Golan. Demikian menurut kantor berita SANA, yang melaporkan tidak ada korban akibat serangan.

Tak dijelaskan secara rinci target serangan tersebut. Sementara SANA juga menyebut Israel telah melancarkan perang elektronik dengan mengganggu radar Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau perang yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan tersebut menargetkan dua posisi Hezbollah.


"Setiap lokasi target yang diserang memiliki aset Hezbollah Lebanon di sana," kata kepala observatorium, Rami Abdel Rahman, dilansir AFP.

Baca juga: Balas Serangan Roket, Israel Tembakkan Rudal yang Tewaskan 3 Tentara Suriah

Kawasan Tall al-Hara merupakan bukit di provinsi selatan Daara, di mana Hezbollah memiliki radar dan rezim memiliki peluncur roket pertahanan udara.

Serangan juga menargetkan barak-barak untuk pasukan Lebanon di kota Quneitra yang ditinggalkan di zona demiliterisasi di perbatasan Dataran Tinggi Golan yang dikendalikan Suriah.

Kota itu sebagian besar telah hancur selama lebih dari empat dekade sejak dihancurkan oleh pasukan Israel sebelum akhirnya mundur berdasarkan perjanjian PBB 1974.

Israel telah melancarkan ratusan serangan udara ke Suriah sejak dimulainya konflik pada 2011, menargetkan pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad dan sekutu rezim Iran dan Hezbollah.

Awal bulan ini, Israel menyerang sejumlah titik yang dikuasai pasukan rezim Suriah dalam waktu 24 jam dan menewaskan 15 tentara. Demikian menurut observatorium.

Januari lalu, Israel juga menargetkan posisi Iran di Suriah, dalam apa yang dikatakannya sebagai tanggapan terhadap serangan rudal Iran dari dalam negara itu.

Serangan tersebut menewaskan hingga 21 orang, dengan sebagian besar berkebangsaan Iran.

Baca juga: Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 10 Warga Sipil

Israel menyampaikan tekad mereka untuk mencegah Iran dari memperluas keberadaan militernya di Suriah, di mana Teheran mendukung pemerintahan Assad di negara yang telah dalam peperangan selama delapan tahun itu, yang menewaskan lebih dari 370.000 orang dan memaksa jutaan orang lainnya telantar.

Israel dengan Hezbollah juga telah beberapa kali terlibat peperangan, yang terbaru pada 2006.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X