2020, Atraksi Naik Gajah di Angkor Wat Bakal Dihapuskan

Kompas.com - 12/06/2019, 13:39 WIB
Atraksi menunggang gajah di objek wisata Angkor Wat, Kamboja. SHUTTERSTOCKAtraksi menunggang gajah di objek wisata Angkor Wat, Kamboja.

ANGKOR, KOMPAS.com - Para turis yang mengunjungi kawasan wisata candi di Angkor Wat, Kamboja biasanya akan menjumpai atraksi gajah yang mengangkut para pengunjung menuju kawasan candi.

Namun mulai 2020 mendatang, atraksi menunggah gajah itu tidak akan lagi tersedia setelah pihak pengelola Angkor Wat memutuskan untuk menghentikan penggunaan gajah sebagai sarana transportasi turis.

Langkah tersebut sekaligus menjawab desakan dari masyarakat internasional yang mulai sadar menyadari bahwa atraksi tersebut termasuk eksploitasi hewan.

Sebanyak 14 ekor gajah yang selama ini digunakan untuk transportasi mengangkut turis mengelilingi kawasan wisata Angkot Wat bakal dipindahkan ke pusat konservasi dan pengembangbiakan pada awal 2020 mendatang.

Demikian dikonfirmasi Komite Kelompok Gajah Angkor, seperti dilansir Metro.co.uk.

Baca juga: Tiga Ekor Gajah Liar Ditemukan Mati Diracun di Malaysia

Penggunaan gajah sebagai sarana transportasi turis di Angkor Wat itu mulai menuai kecaman pada 2016, setelah seekor gajah pingsan kemudian mati saat mengangkut dua orang turis.

Dua tahun kemudian seekor gajah lainnya juga mati, mendorong sebuah petisi untuk mengakhiri atraksi menunggang gajah itu dan memperoleh lebih dari 14.000 tanda tangan hanya dalam waktu 48 jam.

Direktur Komite Kelompok Gajah Angkor, Oan Kiry, mengatakan bakal menghentikan penggunaan gajah untuk mengangkut wisatawan mulai awal 2020.

"Mereka (turis) masih bisa menyaksikan gajah dan mengambil foto di pusat konservasi dan pengembiakkan kami. Kami ingin gajah-gajah itu dapat hidup dengan cara sealami mungkin," ujarnya.

Langkah yang diambil komite itu disambut baik gerakan kampanye Moving Animals, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kekejaman di balik atraksi menunggang gajah.

Seorang juru bicara dari gerakan kampanye itu menyebut keputusan komite Angkor Wat sebagai sebuah "bantuan besar".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X