Ramai Aksi Unjuk Rasa di Hong Kong, KJRI Beri Imbauan untuk WNI

Kompas.com - 12/06/2019, 10:23 WIB
Massa pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Hong Kong, Minggu (9/6/2019), menentang rencana amandemen undang-undang ekstradisi yang memungkinkan pelanggar untuk diekstradisi ke China daratan. AFP / DALE DE LA REYMassa pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Hong Kong, Minggu (9/6/2019), menentang rencana amandemen undang-undang ekstradisi yang memungkinkan pelanggar untuk diekstradisi ke China daratan.

HONG KONG, KOMPAS.com - Ribuan warga Hong Kong kembali turun ke jalan, Rabu (12/6/2019), untuk menentang Undang-Undang Ekstradisi yang akan memungkinkan pelanggar diekstradisi ke China daratan.

Sehubungan dengan rencana aksi unjuk rasa besar-besaran itu, Konsulat Jenderal RI ( KJRI) Hong Kong memberi sejumlah imbauan kepada warga negara Indonesia ( WNI) di kota itu.

Melalui akun Facebook, KJRI Hong Kong mengimbau WNI maupun para pekerja migran Indonesia di kota itu untuk menghindari kawasan Admirality dan Central, yang diperkirakan akan menjadi pusat penumpukan massa unjuk rasa pada Rabu ini.

"Warga Indonesia juga diharapkan dapat mengikuti segala perintah dan arahan dari aparat penegak hukum Hong Kong dan tidak melanggar aturan serta tata tertib yang berlaku."


Baca juga: Warga Hong Kong Gelar Unjuk Rasa Menentang UU Ekstradisi ke China

"Sedapatnya tidak keluar dari kediaman bila dirasa tidak ada hal-hal yang benar-benar memerlukan berkegiatan di luar," tulis KJRI.

"Tetap tenang dan tidak ikut dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri, serta menghindari memposting di media sosial hal-hal yang dapat membuat kegaduhan dan berakibat pada masalah hukum," lanjut imbauan tersebut.

Aksi massa menentang UU Ekstradisi dimulai pada Minggu (9/6/2019), dengan ribuan warga Hong Kong turun ke jalan untuk berunjuk rasa.

Dilansir AFP, draft RUU akan mulai dibahas anggota parlemen di gedung legislatif kota pada Rabu (12/6/2019), dengan pemungutan suara final diharapkan dapat dilaksanakan pada 20 Juni mendatang.

Perubahan dalam aturan hukum yang diusulkan dalam RUU tersebut yakni memungkinkan dilakukannya ekstradisi ke wilayah yurisdiksi mana pun meski belum memiliki perjanjian dengan Hong Kong, termasuk ke China daratan.

Sejak Selasa (11/6/2019) malam, petugas polisi telah berjaga di sekitar kantor pemerintahan dan melakukan penggeledahan terhadap para pemuda yang memasuki kawasan itu.

Baca juga: Meski Ditentang Warga, Undang-Undang Ekstradisi Dipastikan Jalan Terus

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Internasional
China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan 'Software' Buatan Asing

China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Internasional
Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Internasional
Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Internasional
Korea Utara Sebut Trump 'Orang Tua yang Tak Sabaran'

Korea Utara Sebut Trump "Orang Tua yang Tak Sabaran"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

Internasional
Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X