China Kembangkan Radar yang Bisa Deteksi Pesawat Siluman dari Jarak Jauh

Kompas.com - 11/06/2019, 23:23 WIB
Jet tempur siluman F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS saat dipamerkan di ajang Festival Udara dan Luar Angkasa Internasional di Santiago, April 2018. AFP / MARTIN BERNETTIJet tempur siluman F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS saat dipamerkan di ajang Festival Udara dan Luar Angkasa Internasional di Santiago, April 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - China dilaporkan tengah mengembangkan radar super canggih yang bisa mendeteksi pesawat dengan teknologi siluman dari jarak jauh.

Pernyataan itu disampaikan ilmuwan dari Akademi Sansi Liu Yongtan dalam wawancara dengan Naval and Merchant Ships seperti diunggah kembali oleh Global Times.

Liu mengatakan, radar permukaan gelombang frekuensi tinggi (HFSWR) itu juga diperlengkapi dengan perlindungan dari rudal anti-radiasi yang bisa mendeteksi dan menghancurkan gelombang radio.

Baca juga: Sempat Menghilang dari Radar, Pesawat Air France Mendarat Darurat di Iran


Pakar yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari sistem radar itu berkata, radar terbaru itu punya gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi yang panjang serta jangkauannya lebar.

Dilansir SCMP Selasa (11/6/2019), tidak seperti microwave atau sinyal skywave, gelombang permukaan bergerak di sepanjang permukaan bola Bumi ini.

"Sistem terbaru ini bisa mendeteksi obyek baik laut maupun udara dari jarak ratusan kilometer. Membantu China mengembangkan sistem peringatan dini dan pertahanan," ujarnya.

Ilmuwan 83 tahun itu menjelaskan, teknologi itu juga bisa mendeteksi pesawat siluman yang menggunakan material khusus untuk membantu mereka "tidak kelihatan".

Material itu, kata Liu, memang membantu mereka untuk lolos dari deteksi gelombang mikro. Namun, tak bakal berbuat banyak terhadap gelombang permukaan berfrekuensi tinggi.

Kini, tantangan yang dihadapi Liu serta timnya dalam menerapkan radar dengan teknologi gelombang frekuensi tinggi itu adalah hilang sinyal hingga gangguan suara.

Menurut komentator militer Shi Lao, Liu harus bisa mengatasinya karena jika sukses, radar tersebut bisa melindungi garis pantai hingga 400 kilometer.

Selain itu, teknologi ini juga bisa digunakan bersama radar skywave yang biasanya memiliki jangkauan pemantauan lebih panjang, hingga 1.000 kilometer.

"HFSWR bisa bekerja selama 24 jam di segala cuaca. Cara itu tentu lebih murah jika harus menggunakan pesawat pengintai peringatan dini," beber Shi.

Dia menjelaskan, sistem itu bisa dikerahkan secepat mungkin dengan mobilitas tinggi di kendaraan. Bahkan di masa depan, tidak menutup kemungkinan dipasang di kapal perang.

Baca juga: Buntut Hilang dari Radar, Jepang Kandangkan Seluruh Jet Tempur F-35

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X