Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/06/2019, 21:57 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memutuskan untuk tetap membeli sistem rudal S-400 dari Rusia meski diancam oleh Amerika Serikat (AS).

"Kami telah membuat kesepakatan dengan Rusia. Kami sudah bersikap dan bakal meneruskannya," ujar Erdogan pada pekan lalu seperti dikutip kantor berita Anadolu.

Baca juga: Erdogan: Pembelian S-400 dari Rusia Jalan Terus

Sebenarnya, Washington sudah menawarkan rudal Patriot kepada Turki pada awal 2019 ini setelah Ankara mengumumkan kesepakatan pembelian sistem S-400.

Namun seperti dilansir Al Jazeera Selasa (11/6/2019), Erdogan mengatakan AS tidak memberikan "penawaran yang lebih baik" dari yang dibuat oleh Rusia.

Turki mengungkapkan, pengiriman rudal Patriot bisa memakan waktu lama. Selain itu, kesepakatan itu tidak mencakup produksi bersamaa sistem rudal tersebut.

Sumber dari pemerintahan Turki menuturkan, Turki bisa berpartisipasi dalam produksi S-400 sebagai bagian kesepakatan. Bahkan Erdogan sudah melontarkan wacana soal pengembangan S-500.

Kepala pabrikan Rostec Sergey Chemezov selaku produsen S-400 menjelaskan, mereka bakal memulai proses untuk mengirim sistem tersebut dalam dua bulan ke depan.

"Anggaran untuk produksi sudah dihabiskan. Teknologi pun sudah tercipta. Selain itu kami juga menyelesaikan pelatihan bagi seluruh personelnya," ungkap Chemezov.

Pejabat top Pentagon mengatakan konsekuensi dari keputusan Ankara membeli S-400 bakal "menghancurkan" program jet tempur F-35 dan kerja sama di NATO.

Kathryn Wheelbarger, Penjabat Asisten Menteri Pertahanan Bidang Keamanan Internasional berujar, pembelian itu bakal merusak upaya kerja sama Turki dengan negara Barat lainnya.

Dia menuturkan meski pemerintahan Presiden Donald Trump tak ingin menjatuhkan sanksi, mereka bakal terpaksa melakukannya oleh Kongres yang jelas-jelas tak simpatik.

Sumber dari internal Washington mengungkapkan mereka masih berharap Turki bakal mempertimbangkan keputusan mereka dan beralih membeli rudal Patriot dari AS.

Baca juga: Penjabat Menhan AS: Kami Butuh Turki Membeli Rudal Patriot Kami

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.