Dapat Dukungan Kerajaan, Pemimpin Kudeta Ini Jadi PM Thailand

Kompas.com - 11/06/2019, 20:25 WIB
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha saat memimpin pertemuan di Kantor Pemerintah di Bangkok, Thailand. (AFP/ROYAL THAI GOVERNMENT) Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha saat memimpin pertemuan di Kantor Pemerintah di Bangkok, Thailand. (AFP/ROYAL THAI GOVERNMENT)

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemimpin junta militer Prayut Chan-o-Cha secara formal menjadi Perdana Menteri Thailand setelah dilaporkan mengantongi dukungan kerajaan.

Tetapi, para kritikus meragukan janji Chan-o-Cha. Sebab sebelumnya ketika berkuasa, dia melarang pertemuan politik, membatasi media, hingga memberangus perbedaan pendapat.

Jenderal 65 tahun itu berkuasa setelah memimpin kudeta di 2014. Sejak itu, parlemen diisi oleh 250 senator yang ditunjuk, dan membantu Prayut memenangkan kontestasi politik.

Baca juga: Pemimpin Kudeta Ini Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand

Meski begitu, dia hanya memperoleh mayoritas kecil di majelis rendah. Di tengah rasa frustrasi yang didera Thailand karena pengaruh militer dalam politik.

Dilansir AFP Selasa (11/6/2019), bahkan tagar #RIPThailand menjadi trending topic di Twitter segera setelah pemilihan yang berlangsung pada pekan lalu.

"Saya bakal mempromosikan perdamaian untuk persatuan masyarakat yang didasarkan pada cinta, persatuan, dan kasih sayang," ujar Prayut setelah pembacaan dekrit kerajaan.

Mantan Kepala Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban itu juga mengatakan, dia berjanji bakal "mendengar" suara seluruh rakyatnya, dan melindungi kerajaan.

Beberapa saat sebelumnya, dia melakukan penghormatan di depan potret Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. Tangannya mengatup dan dia membungkuk beberapa kali.

Prayut menang atas rivalnya, seorang miliuner Thanathorn Juangroongruangkit yang sudah menuai simpati jutaan rakyat Thailand berkat sikap anti-junta militer.

Partai Future Forward yang dipimpin Thanathorn mendapatkan 81 kursi dan menahbiskan diri sebagai partai terbesar ketiga di Negeri "Gajah Putih".

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X