Selain CIA, Saudara Tiri Kim Jong Un Juga Berhubungan dengan China

Kompas.com - 11/06/2019, 19:24 WIB
Foto ini diambil pada Jumat, 4 Juni 2010. Kim Jong Nam, anak laki-laki tertua dari mantan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il, melambaikan tangan usai wawancara dengan media Korea Selatan di Macau.   AP Photo/JoongAng Foto ini diambil pada Jumat, 4 Juni 2010. Kim Jong Nam, anak laki-laki tertua dari mantan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il, melambaikan tangan usai wawancara dengan media Korea Selatan di Macau.

SEOUL, KOMPAS.com - Saudara tiri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un disebut tak hanya menjadi informan bagi Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA).

Berdasarkan pemberitaan Wall Street Journal yang mengutip sumber, banyak detil yang tidak diketahui berkaitan dengan hubungan antara Kim Jong Nam dengan CIA.

Baca juga: Saudara Tiri Kim Jong Un yang Tewas di Malaysia Disebut sebagai Informan CIA

Dikutip SCMP Selasa (11/6/2019) sejumlah mantan pejabat AS yang menjadi sumber The Journal menuturkan kapasitas Kim Jong Nam sebagai informan diragukan.

"Fakta dia hidup di luar Korut selama bertahun-tahun dan tak punya kekuasaan membuatya diragukan bisa membagi informasi tentang cara kerja negara itu," ulas The Journal.

Mantan pejabat anonim itu juga menuturkan bahwa Kim Jong Nam hampir pasti melakukan kontak dengan dinas keamanan dari negara lain, utamanya adalah China.

Laporan itu tidak bisa diverifikasi kebenarannya baik oleh kantor berita seperti Reuters maupun media dari negara tetangga Korut dengan CIA memilih tak berkomentar.

AS maupun Korea Selatan (Korsel) menyatakan otoritas Korut memerintahkan pembunuhan terhadap Kim yang dikenal kritis terhadap kepemimpinan dinasti itu, dan dibantah Pyongyang.

Dua perempuan didakwa telah membunuh Kim pada Februari 2017 di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan racun saraf VX yang termasuk senjata kimia terlarang.

Pemerintah Malaysia kemudian membebaskan Siti Aisyah, terdakwa asal Indonesia pada Maret lalu, yang dilanjutkan dengan pembebasan Doan Thi Huong ke Vietnam di Mei.

Berdasarkan laporan Journal, Kim Jong Nam diduga bertolak ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu dengan kontaknya di CIA, meski itu bukan tujuan utama.

Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un sudah dua kali bertemu. Pertemuan terakhir yang digelar di Vietnam Februari lalu gagal menghasilkan kesepakatan.

Alasannya, Washington tak bersedia untuk mencabut sanksi yang diterima Korut sebagai ganti penyerahan senjata nuklir serta program rudal balistik mereka.

Baca juga: Siti Aisyah dan Doan Thi Huong Bebas, Siapa Pembunuh Kim Jong Nam?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X