Biaya Mahal, Koneksi Lambat, dan Sensor Pemerintah, Warga Kuba Keluhkan Internet

Kompas.com - 11/06/2019, 10:25 WIB
Kaum muda-mudi Kuba menggunakan ponsel pintar untuk akses internet yang dipandang masih sangat mahal di negara itu. AFP / YAMIL LAGEKaum muda-mudi Kuba menggunakan ponsel pintar untuk akses internet yang dipandang masih sangat mahal di negara itu.

HAVANA, KOMPAS.com - Enam bulan sejak dibukanya akses internet secara penuh untuk pengguna ponsel di Kuba, warga justru frustasi karena biaya yang mahal namun dengan akses lambat dan banyaknya sensor pemerintah.

Kini ratusan pengguna internet telah bergabung dalam kampanye melalui Twitter untuk mendesak pemerintah menyediakan layanan internet yang layak, dimulai dari harga yang lebih murah.

"Kami lapar, lapar akan informasi, lapar untuk berselancar di dunia maya, haus akan pengetahuan dan kebebasan intelektual," tulis salah seorang pengguna internet, dikutip AFP.

Sementara, pengguna lain menuding pemerintah telekomunikasi milik negara Etecsa telah memata-matai populasi.

Baca juga: Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka

Biaya paket internet di Kuba saat ini masih tergolong mahal bagi masyarakat Kuba yang merupakan salah satu masyarakat dengan daya beli terendah di benua Amerika.

"Daya beli masyarakat Kuba termasuk salah satu yang terendah di benua Amerika, dengan upah minimum, namun akses ke internet tidak murah," ujar pengamat teknologi Norges Rodriguez.

Harga paket internet seluler di Kuba untuk 600 MB adalah sebesar 7 dollar AS atau sekitar Rp 99.000, hingga 30 dollar AS (sekitar Rp 427.000) untuk 4 GB.

Tingkat harga itu tak terjangkau untuk sebagian besar rakyat Kuba yang hidup dengan upah sekitar 30 dollar AS per bulan.

Sementara untuk sambungan internet rumah, penyerapannya terbilang sangat rendah, dengan hanya ada 79.000 rumah yang telah terdaftar dari 11,2 juta populasi.

"Jika Anda ingin terhubung ke internet di rumah selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu, maka Anda harus membayar hingga 800 dollar AS (sekitar Rp 11 juta) per bulan."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X