China Perluas Larangan terhadap Situs Berita Australia

Kompas.com - 10/06/2019, 18:53 WIB
Markas pusat lembaga penyiaran publik Australia ABC terlihat di Sydney. (SAEED KHAN/AFP) SAEED KHANMarkas pusat lembaga penyiaran publik Australia ABC terlihat di Sydney. (SAEED KHAN/AFP)

Tak jelas juga kapan kedua situs Australia itu diblokir, tetapi Chris Edwards yang berbasis di Shenzhen, dan editor situs di South University of Science and Technology, mengunggah di Twitter bahwa News.com.au diyakini telah diblokir pada 21 Mei.

Sensor diklaim sementara

Baik The Guardian dan The Washington Post menerbitkan artikel selama akhir pekan tentang platform online mereka yang diblokir bertepatan dengan peringatan pembantaian Lapangan Tiananmen.

The Guardian melaporkan sensor "seringkali bersifat ad-hoc". Situs mereka offline bagi pengguna China setelah peringatan pembantaian 4 Juni.

Sementara itu, laporan Washington Post menyebut sensor internet di China memang jarang.

"Sensor internet China jarangmengkomunikasikan alasan mereka memblokir situs tertentu," demikian laporan Washington Post.

Ketika situs ABC disensor Agustus 2018, regulator keamanan siber China mengonfirmasi hal itu karena melanggar peraturan dan regulasi internet.

Larangan itu terjadi sehari setelah Pemerintah Australia memutuskan akan memblokir dua perusahaan telekomunikasi China, termasuk raksasa teknologi Huawei, untuk berpartisipasi dalam peluncuran jaringan infrastruktur 5G.

Tetapi sumber-sumber resmi di Pemerintah China mengatakan tidak mungkin keputusan terhadap Huawei mendorong penyensoran situs ABC.

Setelah berulang kali meminta klarifikasi, seorang pejabat dari Kantor Komisi Urusan Siber Nasional menyampaikan pernyataan kepada ABC, bersikeras bahwa internet sepenuhnya terbuka di China.

Baca juga: Tragedi Tiananmen Mengimunisasi China dari Kekacauan

"Namun, hak kedaulatan siber negara akan dipertahankan terhadap beberapa situs luar negeri yang melanggar hukum dan peraturan China," katanya.

"Seperti menyebarkan desas-desus, informasi pornografi, perjudian, terorisme kejam dan beberapa informasi illegal berbahaya lainnya yang akan membahayakan keamanan negara dan merusak kebanggaan nasional," imbuhnya.

ABC kembali mendekati Komisi Urusan Ruang Siber China untuk meminta tanggapan atas tindakan keras terbaru terhadap media internasional, tetapi mereka tidak merespons hingga berita ini diturunkan.

The Age dan The Guardian juga belum memberikan komentar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X