Trump Minta NASA Berhenti Bahas soal Kembali ke Bulan

Kompas.com - 08/06/2019, 14:58 WIB
Ilustrasi dari NASA ini diperoleh pada 21 November 2018, menunjukkan simulasi pemandangan pendaratan wahana robot InSight di Mars. Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil mendaratkan wahana robot InSight di permukaan planet Mars pada Senin (26/11/2018) waktu AS, setelah melewati periode tujuh menit yang sangat menentukan.HO/NASA/JPL-CALTECH/AFP Ilustrasi dari NASA ini diperoleh pada 21 November 2018, menunjukkan simulasi pemandangan pendaratan wahana robot InSight di Mars. Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil mendaratkan wahana robot InSight di permukaan planet Mars pada Senin (26/11/2018) waktu AS, setelah melewati periode tujuh menit yang sangat menentukan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Badan Antariksa Nasional ( NASA) untuk berhenti membahas soal kembali ke bulan.

Diwartakan AFP Jumat (7/6/2019), ucapan yang Trump lontarkan di Twitter itu bisa menimbulkan kebingungan karena pemerintahannya yang berencana mendaratkan kembali di Bulan.

Baca juga: 2020, NASA Bakal Buka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Turis

"Demi semua uang yang sudah kami habiskan, NASA seharusnya tak membahas soal kembali ke Bulan. Kita sudah melakukannya 50 tahun silam," ujar Trump di Twitter.


"Mereka seharusnya fokus kepada hal besar yang bisa mereka lakukan. Seperti Mars (di mana Bulan adalah bagiannya), Pertahanan dan Sains!" lanjut dia.

Arti pernyataan Trump masih belum bisa dipahami. Bisa jadi dia menginginkan adanya penjelajahan di Mars dengan Bulan hanyalah sebagai batu loncatan.

Sebelumnya pada April, Wakil Presiden Mike Pence mengumumkan rencana untuk mendarat kembali di Bulan di 2024, meski sejumlah ahli meragukan tenggat waktu itu bakal terpenuhi.

Dalam situs resminya, NASA yang sudah meluncurkan enam misi Apollo dengan awak sepanjang 1969 sampai 1972 menjelaskan bahwa "penjelajahan Bulan dan Mars saling terkait".

NASA menuturkan, misi di Bulan memungkinkan mereka untuk mencoba alat, instrumen, maupun peralatan terbaru yang bisa dipakai dalam penjelajahan di Mars.

Uji coba itu untuk mengetahui habitat manusia, sistem penopang kehidupan, dan teknologi yang bisa membantu menciptakan kehidupan mandiri jauh dari Bumi.

Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan bahwa ketika mereka kembali lagi ke Bulan, pada dasarnya mereka sudah mempunyai pandangan tentang "permukiman".

"Kami tak bakal sekadar meninggalkan bendera dan jejak kaki, dan kemudian pulang ke Bumi serta tidak kembali dalam 50 tahun mendatang," ulas Bridenstine.

Terakhir kali Trump menge-twit soal NASA adalah 13 Mei lalu, di mana dia bakal membuat NASA sebagai yang terhebat dan menyatakan bakal kembali ke Bulan.

"Saya sudah menambahkan anggarannya 1,6 miliar dollar AS, sekitar Rp 22.8 triliun, sehingga kita bisa kembali ke angkasa SECARA MEGAH!" terang Trump.

Baca juga: 3 Lagu BTS Masuk Playlist NASA untuk Misi Penerbangan ke Bulan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X