Populasi Melonjak, Perancis Tambah Kuota Perburuan Serigala

Kompas.com - 07/06/2019, 23:53 WIB
Ilustrasi serigala liar. SHUTTERSTOCKIlustrasi serigala liar.

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis tengah mempertimbangkan untuk menambahkan kuota perburuan serigala di negara itu, menyusul lonjakan populasi hewan predator itu pada tahun lalu.

Langkah penambahan kuota perburuan itu diambil sebagai upaya melindungi ternak milik warga. Demikian disampaikan pejabat pemerintah Perancis, Jumat (7/6/2019).

Badan perburuan dan margasatwa Perancis, ONCFS, mengatakan, berdasarkan perhitungan matematis dan pelacakan di lapangan, diperkirakan ada rata-rata 530 serigala dewasa pada musim dingin tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat hingga 23 persen dibandingkan rata-rata perhitungan pada musim dingin tahun sebelumnya yang hanya 430 serigala dewasa.


Baca juga: Properti Dirusak Beruang dan Serigala, Petani Eropa Dapat Kompensasi

Serigala pernah diburu hingga punah di Perancis pada 1930-an, namun secara bertahap kembali muncul pada 1990-an ketika populasinya menyebar sampai ke Pegunungan Alpen dari Italia.

Serigala tersebut kini banyak ditemukan terutama di wilayah Pegunungan Alpen dan daerah pegunungan lainnya di tenggara, di mana sebagian besar peningkatan ditemukan baru-baru ini. Juga ditemukan kantong populasi serigala di Perancis tengah.

Kawanan serigala juga telah terdeteksi baru-baru ini di wilayah pegunungan Pyrenees, yang memisahkan Perancis dengan Spanyol.

Peningkatan populasi serigala liar telah membuat para petani dan peternak Perancis khawatir dengan ternak mereka, meski telah ada serangkaian upaya yang dibiayai negara untuk membatasi kerusakan, serta kompensasi bagi kerugian petani.

Tahun lalu, dilaporkan terjadi hingga 3.674 serangan serigala liar yang telah menyebabkan kematian sekitar 12.500 hewan ternak, terutama domba.

Proyeksi pertumbuhan populasi yang cepat tersebut telah mendorong Presiden Emmanuel Macron, pada Maret lalu, mengumumkan bahwa sebanyak 17-19 persen populasi serigala akan dimusnahkan setiap tahun. Angka tersebut naik dari 10-12 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

"Saat ini kami menganggap serigala bukan lagi spesies yang berisiko punah dan itu merupakan hal yang baik dalam keanekaragaman hayati," kata Menteri Pertanian Didier Guillaume, Rabu (5/6/2019).

"Namun dalam hal tingkat mangsa, kami harus mendukung para petani dan kesejahteraan mereka adalah prioritas kami," tambahnya, dikutip AFP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X