Tiga Ekor Gajah Liar Ditemukan Mati Diracun di Malaysia

Kompas.com - 07/06/2019, 14:44 WIB
Kawanan gajah liar terlihat di Malaysia. SHUTTERSTOCKKawanan gajah liar terlihat di Malaysia.

JOHOR, KOMPAS.com - Tiga bangkai gajah liar ditemukan mati di dekat kawasan perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Ketiga gajah itu diketahui mati karena diracun.

Kasus ini menjadi kesekian kalinya yang menimpa hewan terancam punah itu yang mati di dekat permukiman manusia.

Kepolisian negara bagian Johor, Malaysia selatan, menemukan bangkai gajah itu pada Selasa (4/6/2019) lalu dan langsung melaporkannya pada petugas satwa liar.

"Kami melakukan pemeriksaan pasca-kematian pada tiga bangkai gajah betina berusia antara 18 hingga 22 tahun itu. Dari hasil pemeriksaan diketahui jika ketiga gajah itu mati karena racun," kata Direktur Jenderal Departemen Taman Margasatwa dan Taman Nasional Malaysia Abdul Kadir Abu Hashim, kepada AFP, Jumat (7/6/2019).


Baca juga: Sedang Meditasi, Biksu Ini Tewas Diinjak Gajah Liar

Tiga ekor gajah yang mati diyakini merupakan bagian dari kawanan gajah dari hutan cagar alam terdekat yang terdiri dari sekitar 30 ekor gajah.

Pagar listrik yang dibangun untuk menjauhkan gajah dari perkebunan milik warga desa kerap kali tidak mampu menghalangi gajah-gajah itu untuk menerobos hingga memasuki wilayah perkebunan

Warga desa pun akhirnya mengambil langkah membunuh gajah yang dianggap sebagai hama itu dengan racun.

"Kami telah mengambil sampel hati dan ginjal dari gajah yang mati untuk diperiksa demi mengetahui jenis racun yang digunakan," kata Menteri Sumber Daya Alam, Xavier Jayakumar Arulanandam.

Malaysia telah mencatat serentetan kasus pembunuhan gajah liar akibat permukiman manusia serta perkebunan dan pertanian yang semakin luas hingga mendekati habitat hewan itu.

Tahun lalu, enam ekor gajah Borneo ditemukan mati diracun di perkebunan kelapa sawit di negara bagian Sabah, Malaysia timur.

Lembaga konservasi alam memperkirakan hanya tersisa sekitar 1.500 ekor gajah liar di Malaysia.

"Saya sangat terkejut dan sedih atas kejadian ini. Jika kondisi ini terus terjadi, maka bukan tidak mungkin seluruh gajah liar di wilayah kita akan musnah," tambah Abdul Kadir.

Malaysia yang sebagian wilayahnya berada di pulau Kalimantan merupakan rumah bagi hamparan hutan hujan yang luas dengan keanekaragaman satwa liar yang eksotis, mulai dari gajah, harimau, hingga orangutan.

Akan tetapi banyak hewan-hewan langka itu yang semakin berkurang jumlahnya secara drastis dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Zimbabwe Sudah Jual Hampir 100 Ekor Gajah ke China dan Dubai

Banyak hewan langka di wilayah pulau Kalimantan telah diburu untuk diambil bagian tubuhnya karena dapat dijual dengan harga mahal untuk pengobatan tradisional di China maupun tempat lain di Asia.

Menurut Abdul Kadir, insiden terakhir merupakan tindakan kriminal yang kejam dan pelakunya akan dihukum.

"Kepada pelaku peracunan ini silakan waspada, karena kami akan memburu kalian," kata Abdul Kadir memperingatkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X