Kompas.com - 04/06/2019, 23:36 WIB

NASHIK, KOMPAS.com - Seorang ibu di India ditahan setelah memukul dan mencekik bayi perempuannya yang baru berumur 10 hari, diduga karena frustasi.

Insiden pembunuhan itu terjadi di daerah Vrundavan Nagar, kota Nashik, negara bagian Maharashtra, pada 31 Mei lalu.

Disampaikan petugas polisi, penyelidikan awal mengungkapkan jika tersangka merasa tertekan karena dirinya telah melahirkan anak perempuan untuk ketiga kalinya.

Dalam adat India, anak laki-laki dipandang lebih berharga daripada anak perempuan, sehingga istri kerap dituntut untuk dapat melahirkan anak laki-laki.

Baca juga: Di Dalam Pesawat, Pria Ini Mengamuk dan Nyaris Mencekik Anak Kecil

"Tersangka yang bernama Anuja Kale, berusia 26 tahun, memukul putrinya yang bernama Piyu, yang lahir sepuluh hari lalu, dengan menggunakan benda tumpul, sebelum kemudian mencekiknya hingga tewas."

"Tersangka sudah memiliki dua anak perempuan dan merasa tertekan setelah kembali melahirkan anak perempuan untuk ketiga kalinya," kata pejabat dari kantor kepolisian Adgaon, Senin (3/4/2019).

Polisi menambahkan, tindakan pembunuhan itu dilakukan tersangka pada 31 Mei lalu, saat suaminya, Balasaheb Kale, sedang pergi keluar.

"Setelah kejadian pembunuhan, pelaku menelepon suaminya dan memberi tahu jika bayinya tidak bergerak. Bayi itu kemudian dilarikan ke rumah sakit namun dokter menyatakan bayi tersebut sudah meninggal saat tiba," kata pejabat polisi dikutip India Today.

Sang suami, merasa curiga dengan kematian putrinya sehingga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah anak ketiganya itu.

"Hasil pemeriksaan pascakematian yang dilakukan di rumah sakit sipil Nashik menunjukkan bahwa bayi itu dibunuh dengan pukulan di kepala dan sesak napas."

"Kami bertanya kepada ibunya dan dia mengaku telah membunuhnya. Kami pun mendaftarkan kasus ini sebagai kasus pembunuhan dan menahannya," kata polisi.

Baca juga: Seorang Ibu Cekik Putrinya hingga Tewas karena Pulang Terlambat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.