Jual Popok untuk Burung, Wanita Ini Raup Rp 61 Juta Per Bulan

Kompas.com - 04/06/2019, 17:31 WIB
Zheng Han yang meraih pendapatan puluhan juta rupiah dari menjual popok burung.zhuayoukong.com via Asia One Zheng Han yang meraih pendapatan puluhan juta rupiah dari menjual popok burung.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang wanita di kawasan timur China dilaporkan bisa meraup pendapatan hingga puluhan juta rupiah dari menjual popok khusus burung.

Zheng Han dari Provinsi Jiangsu mendapatkan konsumen mulai dari Australia, Amerika Serikat (AS), Kanada, Singapura, hingga Uni Emirat Arab (UEA).

Dilaporkan Beijing Youth Daily via Asia One Selasa (4/6/2019), Zheng mendapatkan penghasilan hingga 30.000 yuan, sekitar Rp 61,9 juta, untuk penjualan popok.

Baca juga: 50 Balita Terdampak Kebakaran di Jelambar, Butuh Makanan Bayi dan Popok


Zheng mengungkapkan awalnya dia merupakan seorang perawat sebelum memutuskan keluar dari 2014 dan memulai usaha dengan mempunyai toko daring di Taobao.

Perempuan 25 tahun itu kemudian beralih menjadi penjual kostum untuk burung sebelum mencoba mendesain popok burung setelah seorang teman meminta saran bagaimana menangani kotorannya.

Zheng mengatakan dia memulai pencarian tentang popok burung dan menemukan benda itu ada di AS. "Namun selain desainnya jelek, harganya juga mahal," terangnya.

Jadi, dia pun mulai mencoba mendesain sebuah popok yang nyaman dan praktis bagi burung. Produknya dilaporkan dengan cepat membanjiri pasar China.

Dia menjelaskan versi yang dijual saat ini sudah melalui setidaknya delapan hingga sembilan modifikasi. Lapisan luar popok itu dibuat dari katun yang lucu.

Namun untuk lapisan dalam, Zheng memberikan kanvas tahan air dan spons rias. Adapun ukuran popok itu bisa disesuaikan karena menggunakan velcro.

Dia mematok harga 20 yuan, sekitar Rp 41.200, per buah jika dibandingkan popok yang dia lihat di AS dengan harga hingga mencapai 400 yuan, atau Rp 825.700.

Kini, setiap bulan Zheng mengaku bisa menjual hingga 1.000 popok. Jauh berbeda tatkala dia pertama kali memulai bisnis, di mana dia baru menerima pesanan setiap 3-4 hari.

Usahanya yang mulai lancar membuat Zheng juga memenangkan kepercayaan keluarganya. Ketika keluar dari pekerjaannya sebagai perawat, keluarganya menganggap Zheng tak bertanggung jawab.

"Kini, mereka percaya bahwa generasi muda bisa mempunyai kehendak dan pendapat mereka sendiri. Bahkan, mereka kini mendukung saya," terang Zheng.

Baca juga: Mengutil Makanan di Ramayana, Sales Popok Bayi Ditahan Polisi

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X