Kompas.com - 04/06/2019, 16:22 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS menegaskan komitmennya dalam menyambut warga negara China yang ingin menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Kendati demikian, tidak dipungkiri jika ada peningkatan pengawasan visa setelah Beijing memperingatkan kepada warganya tentang risiko bersekolah di AS.

Di tengah perang dagang yang memanas antara kedua negara, Kementerian Pendidikan China mengungkapkan adanya kenaikan penolakan dan penundaan visa terhadap warga negaranya yang hendak menuju AS.

Kementerian pun memperingatkan kepada warganya yang mendaftar ke sekolah maupun universitas di AS untuk menguatkan diri dan meningkatkan penilaian terhadap risiko yang mungkin mereka alami.

Penurunan jumlah pelajar asal China yang bersekolah di AS dapat berdampak cukup besar kepada Amerika Serikat lantaran hingga saat ini China masih menjadi sumber siswa internasional terbesar di kampus-kampus AS.

Baca juga: Kementerian Pendidikan China: Berhati-hatilah jika Sekolah di AS

Sekitar 360.000 pelajar asal China bersekolah di AS tahun lalu dan banyak di antaranya yang membayarkan biaya pendidikan yang mahal secara penuh.

Departemen Luar Negeri AS mengakui, pihaknya telah meningkatkan pengawasan terhadap pengajuan visa pelajar setelah mengidentifikasi peningkatan jumlah kasus di mana badan intelijen asing memanfaatkan para pelajar selama mereka di Amerika Serikat.

"Pada saat yang sama, kami berkomitmen untuk menyediakan layanan dengan kualitas terbaik bagi para pelancong yang sah, yang merupakan mayoritas dari pemohon visa kami, sehingga mereka dapat menerima keputusan yang cepat, menyeluruh, dan jelas atas permohonan visa mereka," kata salah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri.

"Kami turut menyambut mahasiswa dan pelajar asal China yang ke AS untuk melakukan kegiatan akademik yang sah," lanjutnya, menambahkan bahwa sebagian besar pemohon menerima visa pendidikan lima tahun penuh.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan China memperingatkan warganya agar hati-hati jika bersekolah di Amerika Serikat.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.