Kim Jong Un Tidak Senang Saat Menonton "Pentas Seni Rakyat" Korut, Ada Apa?

Kompas.com - 04/06/2019, 15:13 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan karangan bunga di sebuah memorial angkatan laut di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Shamil ZhumatovPemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan karangan bunga di sebuah memorial angkatan laut di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara ( Korut) Kim Jong Un dilaporkan tidak senang ketika menonton Mass Games, atau Pentas Seni (Pensi) di tahun ini.

Propaganda "Pentas Seni dan Gimnastik Massal" menampilkan para penampil, kebanyakan pelajar maupun anak sekolah, melakukan gerakan indah nan presisi.

Baca juga: Diisukan Dihukum Kerja Paksa, Pejabat Korut Muncul Bersama Kim Jong Un

Di belakang mereka, ribuan anak membalik halaman buku berwarna secara berurutan untuk menciptakan latar belakang gambar raksasa yang terus-menerus beriak di satu sisi stadion.

Namun seperti diwartakan AFP Selasa (4/6/2019), Kim nampak tidak senang dengan pertunjukan yang pada tahun ini mengambil tema "Tanah Rakyat" itu.

Media pemerintah KCNA memberitakan, seusai pertunjukan Kim menuju ke pengarah gaya dan mengkritik mereka karena tak punya semangat dan kultur bekerja tak bertanggung jawab.

"Mereka mempunyai tugas penting dalam membangun konstruksi budaya sosialis," ulas KCNA menirukan teguran pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu kepada sutradaranya.

"Kim menetapkan tugas penting untuk menerapkan kebijakan revolusioner partai kami dengan benar dalam bidang sastra dan seni," demikian laporan KCNA.

Tidak dijelaskan apa yang membuat Kim begitu gusar sehingga memutuskan untuk menemui langsung pengarah gayanya segera setelah pertunjukan berakhir.

Saat menonton pentas seni itu, Kim ditemani dengan sang istri Ri Sol Ju, dan adik sekaligus salah satu petinggi dalam pemerintahannya, Kim Yo Jong.

Ini pertama kalinya nama Kim Yo Jong disebut sejak pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu.

Adapun KCNA tidak menyinggung soal Kim Hyok Chol, pejabat senior Korut di mana Chosun Ilbo mengabarkan dia tewas dieksekusi regu tembak karena "berkhianat".

Penampilan Pensi Rakyat itu sebenarnya dijadwalkan berlangsung selama lima bulan hingga Oktober mendatang. Namun dengan teguran Kim itu sangat mungkin berakhir lebih cepat.

Selain menampilkan foto Kim, pertunjukan tersebut juga mempertontonkan kakek dan ayah sekaligus pendahulunya, pendiri Korut Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

Baca juga: Pertemuan dengan Trump Gagal, Kim Jong Un Bunuh Pejabat Seniornya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X