Dituduh AS Bantai Warga Sipil di Idlib, Rusia: Kami Hanya Targetkan Teroris

Kompas.com - 04/06/2019, 14:24 WIB
Kobaran api dan kepulan asap setelah serangan oleh pasukan pemerintah Suriah di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib, Suriah, Minggu (2/6/2019) malam. (AFP/ANAS AL-DYAB)
ANAS AL-DYAB Kobaran api dan kepulan asap setelah serangan oleh pasukan pemerintah Suriah di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib, Suriah, Minggu (2/6/2019) malam. (AFP/ANAS AL-DYAB)

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia menampik tudingan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait serangan ke wilayah Idlib di Suriah.

Kremlin bersikeras bahwa serangan yang dilancarkan tentara Rusia di wilayah Suriah hanya menargetkan "teroris".

Rusia telah mendukung pasukan pemerintah Suriah dalam melancarkan serangan yang menargetkan pemberontak dan kelompok militan di Idlib, meski mendapat protes dari AS dan juga Turki.

Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, Senin (3/6/2019), bahwa kelompok pemberontak di Idlib telah menargetkan warga sipil dan pasukan Rusia.


"Ada penumpukan teroris dan pasukan pemberontak yang cukup besar di Idlib," ujar Peskov.

" Serangan teroris di Idlib tentu saja tidak bisa diterima. Langkah-langkah sedang diambil untuk menetralisir serangan semacam itu," tambahnya kepada wartawan.

Baca juga: Kepada Rusia dan Iran, Trump: Hentikan Pengeboman di Idlib

Peskov mengatakan, Rusia dan Turki telah saling mengkoordinasikan posisi mereka dalam situasi itu.

Peskov, mengulangi pesannya pekan lalu, mengatakan bahwa Turki bertanggung jawab untuk memastikan pertempuran di Idlib berakhir.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Trump telah menuding Rusia, Suriah, dan juga Iran, telah meningkatkan kekerasan di Idlib.

Melalui akun Twitter miliknya, Trump menyerukan agar negara-negara itu menghentikan serangan dan pengeboman di provinsi itu.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Rabu Malam, Ratusan Warga Hong Kong Gelar Aksi Duduk di Stasiun MRT

Rabu Malam, Ratusan Warga Hong Kong Gelar Aksi Duduk di Stasiun MRT

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Pesawat Jatuh | Tiga Singa Ditembak Mati

[POPULER INTERNASIONAL] Video Pesawat Jatuh | Tiga Singa Ditembak Mati

Internasional
Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Internasional
Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Internasional
Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Internasional
Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Internasional
Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Internasional
Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Internasional
Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Internasional
Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Internasional
Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X