Kisah di Balik Foto "Tank Man" Saat Pembantaian Tiananmen 30 Tahun Silam

Kompas.com - 04/06/2019, 10:32 WIB
Foto Tank Man karya Jeff Widener Credit to Jeff Widener (AP) via CNNFoto Tank Man karya Jeff Widener

KOMPAS.com – Hari 30 tahun lalu, sejak 3 hingga 5 Juni 1989, dunia dikejutkan dengan tragedi pembantaian di Lapangan Tiananmen, Beijing, China. Militer China yang memilih membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa dengan jalan kekerasan membuat darah tertumpah. 

Salah satu hal yang terlintas saat membicarakan tragedi pembantaian Tiananmen adalah foto bertajuk "Tank Man".

Foto yang diambil pada 1989 di sekitar Lapangan Tiananmen itu menangkap potret seorang lelaki yang berdiri menghadap barisan tank yang akan melintas di jalanan.

Tak ada senjata yang ia bawa sebagai alat perlindungan diri. Lelaki itu hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana panjang, dan membawa tas di tangan. Dia hanya berdiri seakan bersiap mati menghadapi tank yang dikirim pemerintah untuk melawan rakyatnya sendiri.

Foto tersebut diambil oleh seorang jurnalis foto Associated Press (AP) bernama Jeff Widener saat militer berusaha membubarkan aksi demonstrasi di China.

Demonstrasi yang sebagian besar dilakukan mahasiswa itu menuntut sistem demokrasi lebih terbuka dan kebebasan berpendapat.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Dimulainya Pembantaian Tiananmen 30 Tahun Lalu

Dalam rangkaian kejadian yang terjadi, dikabarkan sekitar 300 hingga 1.000 orang tewas yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, masyarakat sipil, juga tentara. Aksi itu juga menyebabkan ratusan mahasiswa dipenjara karena dianggap menimbulkan kekacauan.

Pemerintah China yang dikenal otoriter hingga saat ini berusaha untuk menutup rapat segala bentuk informasi tentang tragedi pembantaian Tiananmen di 1989 dari rakyatnya.

Sistem internet China yang dikuasai penuh oleh pemerintah tidak membuka celah sekecil apa pun. sehingga informasi pembantaian ini dapat diakses warganya.

Sejumlah media juga sengaja diminta tidak menyebut satu pun terkait kejadian Tiananmen. Bahkan media diminta mematikan kolom komentarnya, saat banyak orang memperingati 30 tahun peristiwa ini.

Generasi sebelumnya yang mengetahui kejadian ini tidak berani buka suara, karena gerak-geriknya diawasi kepolisian. Penjara bahkan ancaman nyawa bisa menghampiri mereka kapan pun. Akibatnya, generasi muda yang lahir setelah kejadian, tidak ada yang mengetahui peristiwa pembantaian berdarah ini.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X