Kompas.com - 04/06/2019, 10:11 WIB

"Sangat sulit melihat ayah saya seperti ini," katanya.

"Dia telah bekerja seumur hidupnya dan di sini, dia menuntut haknya," ucapnya.

Tak jauh darinya, terlihat Oneida Bello memeluk putranya, Ricardo, yang dalam keadaan lemah terbaring di atas lembaran kardus.

"Kami telah berada di sini selama 16 bulan tanpa tanggapan dari pemerintah," katanya.

Kini negara yang pernah menikmati kemakmuran itu harus mengalami tingkat inflasi tak terkendali mencapai 130.060 persen pada 2018, menurut data pemerintah.

Baca juga: Kedubes Venezuela di Canberra Dituduh Ngemplang Duit Kontrakan

Pada kuartal ketiga 2018, PDB Venezuela menyusut 22,5 persen dari tahun sebelumnya.

Kritik terhadap Chavez dan Presiden Nicolas Maduro saat ini menyebut, akar krisis ekonomi Venezuela berasal dari kesalahan manajemen dan korupsi pemerintah.

Namun, pemerintah menyalahkan kekurangan pasokan yang meluas dan hiperinflasi dikarenakan sanksi AS yang telah membekukan miliaran dolar dari pendapatan minyak negara itu dari seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber NBC News
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.