Putus Asa Minta Kompensasi, Eks Pekerja Minyak di Venezuela Mogok Makan

Kompas.com - 04/06/2019, 10:11 WIB
Foto ini memperlihatkan bendera Venezuela terlihat di lokasi  tentara Venezuela menembaki penduduk dekat perbatasan dengan Brasil di Kumarakapay, Venezuela, 22 Februari 2019. (REUTERS/William Urdaneta)STRINGER Foto ini memperlihatkan bendera Venezuela terlihat di lokasi tentara Venezuela menembaki penduduk dekat perbatasan dengan Brasil di Kumarakapay, Venezuela, 22 Februari 2019. (REUTERS/William Urdaneta)

CARACAS, KOMPAS.com - Keputusasaan masyarakat Venezuela terhadap kehidupan mereka semakin meningkat. Banyak dari mereka harus menderita akibat krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Eks pekerja minyak Jairo Pena bahkan tidak tahu lagi harus berbuat apa agar terjadi perubahan. Dia memilih untuk berbaring di selembar karton, sementara kepalanya dibungkur perban.

Matanya berkaca-kaca, setelah petugas medis membujuknya untuk menyesap air. Di leher pria berusia 65 tahun itu tergantung papan bertuliskan alasannya menolak makan.

Baca juga: Inflasi Venezuela Sepanjang 2018 Dilaporkan Capai 1,7 Juta Persen


"Huelga de Hambre," bunyi tulisan itu, yang berarti mogok makan.

Melansir dari NBC News, Selasa (4/6/2019), Pena dan puluhan mantan pekerja minyak lainnya meminta upah dan kompensasi yang dijanjikan pemerintah lebih dari satu dekade lalu.

Sekilas, 40 pria itu nampak seperti tunawisma. Beberapa dari mereka tidak memakai alas kaki dan bertelanjang dada untuk memamerkan tubuh kurus,

Mereka adalah para pekerja minyak yang pernah menjadi tulang punggung pemerintahan era Presiden Hugo Chavez.

Dulunya, mereka memegang pekerjaan yang paling diidamkan di negeri itu, yaitu bekerja untuk perusahaan minyak seperti ExxonMobil dan raksasa minya Venezuela, PDVSA.

Bukannya menikmati masa pensiun, mereka menghabiskan 16 bulan terakhir jauh dari rumah untuk berkumpul di alun-alun Caracas, mengajukan petisi kepada pemerintah.

Salah satu putri Pena, Jinny, berada di samping ayahnya sambil berlinangan air mata.

"Sangat sulit melihat ayah saya seperti ini," katanya.

"Dia telah bekerja seumur hidupnya dan di sini, dia menuntut haknya," ucapnya.

Tak jauh darinya, terlihat Oneida Bello memeluk putranya, Ricardo, yang dalam keadaan lemah terbaring di atas lembaran kardus.

"Kami telah berada di sini selama 16 bulan tanpa tanggapan dari pemerintah," katanya.

Kini negara yang pernah menikmati kemakmuran itu harus mengalami tingkat inflasi tak terkendali mencapai 130.060 persen pada 2018, menurut data pemerintah.

Baca juga: Kedubes Venezuela di Canberra Dituduh Ngemplang Duit Kontrakan

Pada kuartal ketiga 2018, PDB Venezuela menyusut 22,5 persen dari tahun sebelumnya.

Kritik terhadap Chavez dan Presiden Nicolas Maduro saat ini menyebut, akar krisis ekonomi Venezuela berasal dari kesalahan manajemen dan korupsi pemerintah.

Namun, pemerintah menyalahkan kekurangan pasokan yang meluas dan hiperinflasi dikarenakan sanksi AS yang telah membekukan miliaran dolar dari pendapatan minyak negara itu dari seluruh dunia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X