Pascaserangan Bom, Menteri Muslim Sri Lanka Mundur Massal

Kompas.com - 03/06/2019, 22:17 WIB
Beginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019). AFP/ISHARA S. KODIKARABeginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).

COLOMBO, KOMPAS.com - Para menteri Muslim dalam jajaran kabinet pemerintah Sri Lanka memutuskan untuk mengundurkan diri secara massal, Senin (3/6/2019).

Tindakan tersebut menyusul meluasnya serangan kebencian terhadap komunitas penganut agama Islam di negara itu, pascaserangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah, yang menewaskan 258 orang.

Pengunduran diri sembilan anggota legislatif pemerintah, beberapa di antaranya menteri kabinet, terjadi setelah seorang anggota parlemen biksu Budha, yang mendukung Presiden Maithripala Sirisena, menuntut pemecatan terhadap tiga politisi Muslim.

Biksu Athuraliye Ratana mendesak pemerintah untuk memberhentikan dua gubernur provinsi dan seorang menteri kabinet atas dugaan keterlibatan ketiganya dalam serangan bom bunuh diri pada 21 April.

Baca juga: Kepala Polisi Tuding Presiden Sri Lanka Telah Gagal Cegah Bom Minggu Paskah

Seruan pemecatan itu telah memicu terjadinya aksi demonstrasi di kota pusat peziarah, Kandy, dengan ribuan orang turun ke jalan.

Kantor kepresidenan Sirisena mengatakan, dua gubernur provinsi itu telah mengundurkan diri dan beberapa jam kemudian, sembilan anggota legislatif dari beberapa partai Muslim maupun partai arus utama, turut mengundurkan diri.

Para anggota legislatif yang mengundurkan diri itu juga menyerahkan portofolio mereka untuk memastikan investigasi atas dugaan keterlibatan mereka terhadap serangan bom dapat terlaksana.

Di antara sembilan anggota legislatif yang mengundurkan diri termasuk Menteri Perdagangan Rishad Bathiudeen, yang dituntut mundur oleh biksu Ratana.

Para pemimpin Muslim Sri Lanka mengatakan bahwa komunitas mereka telah menjadi korban kekerasan, ucapan kebencian dan pelecehan, sejak terjadinya serangan bom yang menargetkan tiga gereja dan tiga hotel pada April lalu.

Para menteri dan anggota legislatif yang mengundurkan diri telah menyatakan kesetiaan mereka kepada pemerintah Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Perpanjang Keadaan Darurat Negara selama 30 Hari

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X