Trump Ejek Wali Kota London "Pecundang" Sebelum Mendarat di Inggris

Kompas.com - 03/06/2019, 20:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Wali Kota London Sadiq Khan. via Sky NewsPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Wali Kota London Sadiq Khan.

LONDON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejek Wali Kota London Sadiq Khan sebelum dia mendarat di Inggris dalam kunjungan selama tiga hari.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyebut Khan sebagai wali kota yang buruk dan telah mengejek kunjungannya yang merupakan sekutu terpenting Inggris.

Baca juga: Trump Akan Umumkan Kampanye Pilpres AS 2020 pada 18 Juni

"Dia merupakan seorang pecundang berhati dingin yang seharusnya fokus kepada kejahatan di London, bukan saya," ejek presiden berusia 72 tahun itu.


Diwartakan Sky News Senin (3/6/2019), Trump kemudian membandingkan Khan dengan Wali Kota New York Bill de Blasio yang dia sebut bodoh dan tidak kompeten.

"Dalam segala kesempatan, saya menantikan bisa menjadi rekan baik bagi Kerajaan Inggris dan tak sabar dengan kunjungan saya. Segera mendarat!" tulisnya.

Komentar presiden ke-45 AS itu muncul setelah Khan sebelumnya mengkritik Inggris karena tidak seharusnya mereka "menggelar karpet merah" bagi Trump.

Khan mengatakan bahwa sejak dilantik pada Januari 2017, Trump sudah menelurkan sejumlah kebijakan yang dia sebut "menjijikkan serta menyinggung".

Juru bicara sang wali kota kemudian merespon twit Trump dengan menyatakan ejekan yang dilontarkan Trump jauh lebih serius dari sekadar hinaan anak kecil dan tidak seharusnya diucapkan Presiden AS.

Dalam keterangan resmi, Khan disebut mewakili nilai progresif London maupun Inggris, dan memperingatkan Trump adalah contoh mengerikan dari ancaman sayap kanan yang tumbuh di seantero dunia.

Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt yang menyambut di landasan pacu Bandara Stansted mengkritik para petinggi Partai Buruh karena melakukan boikot kunjungan kenegaraan itu.

Presenter Sky News Mark Austin mengungkapkan Trump mengeluh tentang Khan kepada Hunt segera setelah dia dan istrinya, Melania, keluar dari Air Force One.

Hunt pun menjawab bahwa dia memang mempunyai perbedaan pendapat dengan Trump. Antara lain ketika Trump mengkritik layanan kesehatan Inggris (NHS).

"Namun Anda harus mengesampingkan itu semua ketika presiden sebuah negara bebas dan sekutu terdekat kami melakukan kunjungan dan dijamu oleh Ratu Elizabeth" kata Hunt.

Setelah mendarat di Stansted, Trump kemudian diangkut oleh helikopter ke Winfield House yang merupakan kediaman Duta Besar AS bagi Inggris, Woody Johnson.

Baca juga: Warga London Geger Temuan Bom yang Ternyata Dekorasi Natal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X