Kompas.com - 03/06/2019, 06:04 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump membantah pernah menyebut istri Pangeran Harry, Meghan Markle, perkataan yang tidak menyenangkan.

Pernyataan Trump itu disampaikan jelang kunjungannya ke Inggris dan bertemu dengan keluarga kerajaan.

Pria berusia 72 tahun itu rencananya akan berkunjung selama tiga hari di Inggris, yang akan dimulai dengan upacara penuh kemewahan di Istana Buckingham.

Baca juga: Inggris Kerja Sama dengan Huawei, Trump: Harus Sangat Berhati-hati

Kantor berita AFP melaporkan, Trump dijadwalkan akan menghadiri jamuan makan siang dengan Ratu Elizabeth II.

"Saya tidak pernah menyebut Meghan Markle 'menjijikan'. Itu dibuat Media Berita Palsu," kicaunya di Twitter, Minggu (2/6/2019).

Trump tak lupa untuk menyertakan beberapa akun Twitter media pemberitaan di AS pada kicauannya, seperti CNN, New York Times, dan sebagainya.

Meski menyangkal, namun perkataannya terkait Meghan itu terdengar jelas dalam rekaman wawancaranya dengan tabloid Inggris, The Sun.

Dalam rekaman itu, pewawancara menunjukkan Meghan telah mengkritik Trump selama kampanye pemilu presiden 2016.

"Dia akan pindah ke Kanada jika Anda terpilih, ternyata dia pindah ke sini," ucap jurnalis tersebut.

"Banyak orang pindah ke sini (AS), jadi apa yang bisa saya katakan," kata Trump.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.