Pompeo: AS Siap Berdialog Tanpa Prasyarat dengan Iran

Kompas.com - 02/06/2019, 23:37 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. AFP / WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICAMenteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

BELLINZONA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk menggelar dialog dengan Teheran "tanpa prasyarat".

Meski demikian tidak ada indikasi peluang pencabutan sanksi atas program nuklir Iran walaupun dilakukan pembicaraan antara kedua pihak.

Pernyataan terkini Pompeo tersebut seolah melunakkan sikap AS setelah berminggu-minggu meningkatkan ketegangan dengan Iran di wilayah Teluk.

"Kami siap untuk terlibat dalam pembicaraan tanpa prasyarat," kata Pompeo di Swiss, yang tanpa ada hubungan diplomatik kedua negara, menunjukkan kepentingan Washington terhadap Republik Islam itu.

Baca juga: Trump: Jika Iran Ingin Berunding, Kami Akan Berunding Juga

"Kami siap untuk duduk bersama dengan mereka (Iran)," tambahnya, saat konferensi pers bersama dengan didampingi Menlu Swiss, Ignazio Cassis di Istana Castelgrande di Bellinzona, Pegunungan Alpen di wilayah Ticino.

Pernyataan Pompeo tersebut menanggapi komentar yang disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani, pada Sabtu (1/6/2019), yang menegaskan bahwa negaranya tidak akan "didesak" ke dalam pembicaraan dengan AS.

Menurut Rouhani, dialog antara dua negara harus saling didasarkan pada "rasa hormat" satu sama lain.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, dalam kesempatan wawancara dengan jaringan ABC, yang disiarkan Minggu (2/6/2019), menyatakan bahwa "sangat tidak mungkin" Teheran akan setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Washington dalam waktu dekat.

Baca juga: Pemimpin Hezbollah: Perang Lawan Iran Akan Telan Wilayah Timur Tengah

Pernyataan yang disampaikan Pompeo, tersebut sekaligus menandai pertama kalinya pemerintah AS di bawah Presiden Trump menawarkan sebuah perundingan tanpa syarat sejak eskalasi yang terjadi setelah Amerika menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015, yang ditandatangani oleh Iran, AS, dan sejumlah negara kekuatan dunia.

Akan tetapi Pompeo menekankan bahwa, upaya AS untuk secara fundamental membalikkan aktivitas jahat Iran tetap akan terus berlanjut. Dengan kata lain, Washington tidak berniat menghentikan kampanye "tekanan maksimum" kepada Iran.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X