Kepala Polisi Tuding Presiden Sri Lanka Telah Gagal Cegah Bom Minggu Paskah

Kompas.com - 02/06/2019, 18:49 WIB
Kepala polisi Sri Lanka Inspektur Jenderal Pujith Jayasundara. AFP / ISHARA S KODIKARAKepala polisi Sri Lanka Inspektur Jenderal Pujith Jayasundara.

COLOMBO, KOMPAS.com - Kepala polisi Sri Lanka yang ditangguhkan telah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung dan menuduh Presiden Maithripala Sirisena telah gagal mencegah serangan bom Minggu Paskah yang menewaskan 258 orang.

Dalam dokumen keluhan setebal 20 halaman, Inspektur Jenderal Pujith Jayasundara mengungkapkan adanya kesenjangan komunikasi yang serius antara badan-badan intelijen dengan badan keamanan pemerintah yang semuanya berada di bawah tanggung jawab presiden.

Sementara dalam petisi yang diajukan ke pengadilan Sri Lanka pekan lalu, dan sempat dilihat oleh AFP, Minggu (2/6/2019), Jenderal Jayasundara mengatakan, agen mata-mata utama negara, SIS, memerintahkannya untuk menghentikan penyelidikan terhadap para militan yang sedang dilakukan polisi, tahun lalu.

SIS, yang melapor langsung kepada presiden, menginginkan Departemen Investigasi Teroris di kepolisian untuk menghentikan seluruh penyelidikan terhadap faksi-faksi ekstremis, termasuk National Thowheeth Jamaath (NTJ) yang disebut sebagai pelaku pemboman Minggu Paskah.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Perpanjang Keadaan Darurat Negara selama 30 Hari

Jenderal Jayasundara mengatakan, kepala SIS, Nilantha Jayawardena, tidak menganggap serius intelijen yang dibagikan oleh negara tetangga, India, yang memperingatkan tentang serangan oleh kelompok militan NTJ.

Jayasundara mengatakan, meski SIS tidak membagi peringatan tersebut dengan kepolisian, dirinya telah memulai langkah untuk memperingatkan para pejabat seniornya. Tetapi dia tidak menerima masukan dari agen mata-mata utama.

Presiden Sirisena sebelumnya telah menangguhkan Jenderal Jayasundara setelah dia menolak menerima tanggung jawab atas serangan mematikan di tiga hotel dan tiga gereja itu.

Jayasundara mengklaim dirinya dijanjikan jabatan diplomatik apabila menerima kesalahan dan mengundurkan diri, tetapi dia menolak karena merasa yakin tidak bertanggung jawab atas insiden kegagalan intelijen tersebut.

Dia mengatakan telah lama dikesampingkan oleh presiden, sejak terjadinya keretakan politik antara presiden dengan perdana menteri Ranil Wickremesinghe sejak bulan Oktober.

Petisi Jayasundara datang beberapa hari setelah Presiden Sirisena secara terbuka menegur pejabat intelijen lainnya, Sisira Mendis, setelah ia mengatakan kepada panel parlemen bahwa bom bunuh diri Paskah bisa dihindari.

Kesaksian Mendis membuat Sirisena menjadi sorotan dan menyiratkan bahwa dia tidak mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional (NSC) untuk meninjau ancaman terhadap negara, seperti serangan ISIS.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X