Uniknya WNI di Denmark Peringati Hari Lahir Pancasila...

Kompas.com - 02/06/2019, 15:53 WIB
Suasana upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di KBRI Kopenhagen yang diikuti warga negara Indonesia yang tinggal di Denmark, pada Minggu (1/6/2019).KBRI KOPENHAGEN Suasana upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di KBRI Kopenhagen yang diikuti warga negara Indonesia yang tinggal di Denmark, pada Minggu (1/6/2019).

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kopenhagen, Denmark, menggelar acara upacara memperingati Hari Lahir Pancasila dan buka puasa bersama, pada Sabtu (1/6/2019) lalu.

Meski berada jauh dari Tanah Air, namun warga negara Indonesia ( WNI) di Denmark tetap antusias mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengusung tema "Kita Indonesia Kita Pancasila" itu.

Uniknya lagi, para peserta datang dengan mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Duta Besar M Ibnu Said, selaku pemimpin upacara.

Dalam kesempatan tersebut, dubes menyampaikan pentingnya kesadaran untuk saling menghormati, bekerja sama, serta gotong royong bagi warga Indonesia di Denmark.


"Keberagaman bangsa merupakan kekayaan dan persatuan adalah kekuatan Indonesia. Indonesia adalah bangsa yang besar dan beragam dari kondisi geografis hingga budaya masyarakatnya."

Baca juga: KBRI Lima Promosikan Bahasa Indonesia ke Siswi Sekolah di Peru

"Pancasila sebagai dasar negara dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong menjadi perajut keberagaman bangsa Indonesia menjadi identitas nasional Bhinneka Tunggal Ika," ujar Dubes M Ibnu Said.

Mengingat sebagian besar peserta masih menjalankan ibadah puasa, kegiatan upacara dilaksanakan pukul 19.30 malam, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan tauziah dan buka puasa bersama.

Tahun ini, umat Muslim di Denmark harus menjalani puasa hingga 19 jam karena adzan maghrib baru berkumandang sekitar pukul 21.30 malam waktu setempat.

Sedangkan bagi peserta yang tidak berpuasa disediakan hidangan makan malam bersama usai upacara.

"Kami membagi dua acara makan malam ini, bagi yang berpuasa dan bagi mereka yang tidak berpuasa. Ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia beragam dan kita saling menghormati satu sama lain," ujar Dubes Ibnu Said dalam rilis KBRI Kopenhagen, Minggu (2/6/2019).

Menu yang disuguhkan berupa nasi kapau, lengkap dengan tunjang kikil, balado telor, rendang daging, sayur nangka, dan ayam bakar padang, serta es cincau hitam sebagai hidangan penutup.

Selain menjadi momen untuk berkumpul dan bersilaturahim, masyarakat Indonesia yang hadir di KBRI Kopenhagen juga bisa mengobati kerinduan akan masakan Indonesia.

Baca juga: KBRI Kopenhagen Promosikan Pariwisata Indonesia di Danish Travel Show

Salah satu peserta upacara, Ricat Gordon Simanjuntak, yang telah tinggal di Denmark selama lebih dari 20 tahun, mengatakan dirinya bangga dapat mengikuti upacara hari lahir Pancasila, mengingat Pancasila adalah pemersatu keragaman bangsa Indonesia.

Tercatat ada sekitar 800 WNI yang kini tinggal dan menetap di Denmark, yang dinobatkan sebagai negara paling bahagia peringkat kedua di dunia setelah Finlandia, berdasarkan World Happiness Report 2019 yang dirilis United Nations Sustainable Development Solutions Network (SDSN).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X