Kompas.com - 01/06/2019, 17:42 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Presiden Singapura Halimah Yacob menyampaikan belasungkawa kepada Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atas wafatnya sang istri, Ani Yudhoyono.

Dalam sebuah surat, dia menulis tentang Ibu Ani yang sangat dicintai semua orang karena belas kasihnya.

Dia menyebut, ketika SBY menjabat sebagai presiden Indonesia pada 2004-2014, banyak yang mengingat mendiang Ani sebagai kekuatan yang mendukung suaminya.

Baca juga: WNI Antre Melayat Ani Yudhoyono di KBRI Singapura

"Martabat dan ketangguhannya dalam situasi sangat sulit nampak jelas ketika kami bertemu pada Maret 2019," katanya dalam surat tersebut, seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (1/6/2019).

"Kepergiannya adalah kehilangan bagi orang-orang yang dicintainya dan rakyat Indonesia. Pikiran dan doa kami bersama Anda dan keluarga dalam masa sulit ini," lanjutnya.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsieng Loong juga menulis dalam surat bahwa Ani Yudhoyono merupakan teman baik baginya dan istrinya, Ho Ching.

"Dia adalah pilar kekuatan dan dukungan untuk Anda dan keluarga," tulisnya dalam surat yang ditujukan kepada SBY.

"Komitmennya yang dalam terhadap pelayanan dan membantu sesama warga negara telah menyentuh rakyat Indonesia dari semua latar belakang dan membuat perbedaan besar dalam kehidupan mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, Lee dan Wakil PM Singapura Teo Chee Hean pernah menjenguk Ani di National University Hospital pada 15 Februari lalu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean mengatakan, dia dan istrinya, Poh Yim, akan selalu mengenang waktu yang dihabiskan bersama dengan Ani.

Baca juga: Pemerintah Singapura Berduka atas Wafatnya Ani Yudhoyono

Dia mengingat kembali kunjungan kenegaraan SBY dan Ani ke Singapura pada 2005.

Pada saat itu, Poh Yim menemani Ani untuk menamai bunga anggrek, Dendrobium Susilo Bambang Yudhoyono "Ani", di National Orchid Garden.

Kristiani Herrawati atau kerap dikenal sebagai Ani Yudhoyono wafat pada Sabtu (1/6/2019) di National University Hospital.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.