Kompas.com - 01/06/2019, 15:39 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah AS akan mengakhiri kebijakan perdagangan istimewa untuk India mulai Rabu (4/6/2019).

Demikian pengumuman Presiden AS Donald Trump, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu (1/6/2019).

Seperti diketahui, India telah menjadi penerima manfaat tunggal terbesar dari program Generalized System of Preferences AS selama puluhan tahun.

Baca juga: Ada Ancaman Tarif Impor jika Meksiko Tidak Menuruti Trump

Dengan program tersebut, India dapat mengekspor barang bebas pajak yang tercatat senilai 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 81,4 triliun pada 2017.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (31/5/2019) malam, Trump ingin akses yang lebih besar bagi barang-barang AS yang dikirim ke negara raksasa Asia Selatan itu.

"India belum meyakinkan AS bahwa India akan memberikan kases yang adil dan masuk akal ke pasarnya," ujarnya.

"Oleh karena itu, pantas untuk mengakhiri penunjukan India sebagai negara berkembang penerima manfaat," imbuhnya.

Pada Maret lalu, Trump pernah bilang soal mengakhiri perjanjian perdagangan istimewa dengan India.

AS telah berupaya menjadikan India sebagai sekutu diplomatik yang lebih dekat. Namun, pemerintah "Negeri Paman Sam" masih memiliki akses terbatas ke pasar besar dengan jumlah penduduk 1,3 miliar orang.

AS mengalami defisit perdagangan 26,7 miliar atau Rp 381 triliun dengan India pada 2017-2018.

Baca juga: Pertemuan dengan Trump Gagal, Kim Jong Un Bunuh Pejabat Seniornya

Pengumuman Trump menjadi guncangan terbaru bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Pemerintah India tidak segera menanggapi langkah AS, tetapi laporan media menyebutkan negara itu sedang mempertimbangkan bea masuk yang lebih tinggi untuk lebih dari 20 barang AS, termasuk produk pertanian dan bahan kimia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.