Polisi Jepang Kesulitan Ungkap Motif Penikaman Massal di Kawasaki

Kompas.com - 01/06/2019, 12:49 WIB
Lokasi penikaman massal, di Kawasaki, Jepang 28 Mei 2019. (Kyodo via Reuters) KYODOLokasi penikaman massal, di Kawasaki, Jepang 28 Mei 2019. (Kyodo via Reuters)

TOKYO, KOMPAS.com - Kepolisian Jepang masih belum menemukan motif penyerang melakukan penikaman massal di Kawasaki pada Selasa lalu.

Insiden tersebut menewaskan dua orang dan belasan lainnya luka-luka akibat serangan pisau.

Diwartakan Japan Today, Sabtu (1/6/2019), sumber investigasi mengatakan motif tak kunjung diketahui meski polisi telah menggeledah rumah pelaku.

Seperti diketahui, penyerang diidentifikasi bernama Ryuichi Iwasaki. Pria berusia 51 tahun itu bunuh diri di tempat kejadian.

Baca juga: Penikaman Massal Tewaskan 1 Bocah dan 1 Orang Dewasa, PM Jepang Marah

Namun sebelumnya, dia meninggalkan buku catatan di rumah yang ditinggali bersama paman dan bibinya.

Meski demikian, buku catatan tersebut tidak mengindikasikan apa pun terkait serangan. Tersangka berulang kali menulis karakter huruf China sei atau sho, yang berarti kebenaran atau hal yang nyata.

Kamar Iwasaki terdapat televisi dan konsol gim, namun tidak terhubung dengan koneksi internet. Selain itu, tidak ada komputer atau ponsel pintar yang ditemukan polisi.

Tapi petugas menemukan dua majalah yang terbit lebih dari 10 tahun lalu tentang pembunuhan berantai di luar negeri.

Berdasarkan kesaksian tetangga dan pemeriksaan CCTV, polisi yakin Iwasaki meninggalkan rumahnya sekitar pukul 07.00, Selasa (28/5/2019).

Dia kemudian pergi melalui Jalur Odakyu untuk menuju TKP di dekat Stasiun Noborito.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X